TKI

Pengalaman jadi TKI di Taiwan, Disiksa, Dipukul, Tidak Digaji, hingga Harus Minum Air Kran

Saat pertama kali menginjakan kaki di Taiwan, TKI perempuan bernama Upi Nitasari dihajar habis-habisan. Ia dituntut mengerti bahasa, diberi beban.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Khamelia
YouTube Upi Nitasari
TKI perempuan bernama Upi Nitasari bercerita pengalaman pertama kali kerja di Taiwan 

POSBELITUNG.CO -- Seorang TKI perempuan bernama Upi Nitasari berbagi pengalaman saat pertama kali bekerja di Taiwan.

Pengalaman pertamanya dapat dikatakan sangat tidak baik.

Di mana Upi harus bekerja dengan majikan yang tidak bisa memanusiakan manusia.

Melalui kanal YouTube peribadinya, Upi Nitasari bercerita.

"Aku mau cerita, flashback, mbok Pi itu pertama kali ke Taiwan tahun 2011 akhir dan pulang ke Indoneisa itu Desember tahun 2014,"  kata Upi memulai.

Saat pertama kali menginjakan kaki di Taiwan, TKI perempuan ini dihajar habis-habisan.

Ia dituntut mengerti bahasa, diberi beban kerja yang berat, serta diminta untuk menjadi perempuan yang tangguh dan juga berani.

Lantaran tak mengerti bahasa, TKI perempuan ini harus menanggung pekerjaan yang tidak sesuai keinginannya.

Di mana Upi dipekerjakan di luar job yang telah ditentukan sebelumnya.

"Di sana dulu aku dipekerjakan di luar job, dari jaga nenek, itu tidak 100 persen jaga nenek, karena nenek ditaruh di panti jompo," kata Upi.

"Aku dari pagi sampai sore membersihkan kontrakan, membersihkan rumahnya tetangga, mandiin anjing," tambah Upi.

Tak tanggung-tanggung, TKI perempuan ini harus membersihkan kontrakan yang memiliki lima lantai.

Setiap hari ia harus naik-turun kontrakan tersebut berkali-kali.

Belum lagi beban kerja yang lain, seperti membersihkan rumah tetangga dan memandikan anjing.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved