Pos Belitung Hari Ini

BPBD Babel Diminta Siap Siaga, Bangka Belitung Mulai Memasuki Musim Hujan

BPBD Babel juga mendapat beberapa laporan adanya terjadi genangan di beberapa wilayah di Bangka Belitung.

Editor: Tedja Pramana
Istimewa
Pos Belitung Hari Ini. 

POSBELITUNG.CO - Bangka Belitung saat ini sudah mulai memasuki musim hujan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan ini akan berlangsung hingga bulan Mei 2023 mendatang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa menegaskan pihaknya siap siaga menangani dampak dari musim hujan ini.

"Seperti biasanya kita siap siaga. Tambahannya bahwa dari BNPB maupun Kemendagri sudah meminta kita untuk siaga juga," kata Mikron.

BPBD Babel juga mendapat beberapa laporan adanya terjadi genangan di beberapa wilayah di Bangka Belitung.

"Sebenarnya genangan air itu termasuk banjir. Namun apakah masuk menjadi bencana atau tidak itu butuh kaji cepat. Saat sekarang memang laporan terjadi banjir yang skala kecil ada di berbagai kabupaten dan kota, termasuk Pangkalpinang," kata Mikron, Senin (7/11).

Menyikapi kondisi ini, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengantisipasi secara dini bagi yang tinggal di pemukiman yang rawan terjadi genangan.

"Diharap tahu resiko ancaman bencana tersebut dan masyarakat sedini mungkin dalam hal mengantisipasinya sehingga resiko bencana terkurangi," kata Mikron.

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin juga ikut menyoroti masalah cuaca ekstrem saat ini. Ridwan mengimbau masyarakat agar waspada terhadap kondisi saat ini. Mengingat ada potensi angin kencang dan genangan.

"Imbauannya pertama dengarkan informasi dari BMKG. Kedua, mitigasi di rumah masing-masing. Di rumah kita harus berdiskusi. Kalau ada angin puting beliung itu harus gimana. Jadi dibangun ketahanan masyarakat di keluarga masing-masing," ujar Ridwan, Senin kemarin.

Ia menyebutkan bencana yang kerap terjadi di Bangka Belitung pada saat cuaca ekstrem adalah angin puting beliung dan banjir.

"Paling banyak itu bencana hidrometeorologi, artinya cuaca ekstrem tadi, hujan, angin dan lain-lain.
Secara umum jelasnya, kondisi itu akibat dampak global. Itu fenomena alam yang terjadi secara berkala dan tidak ada hubungan langsung karena pertambangan. "Kita harus antisipasi adalah mengurangi emisi karbon dan mengurangi pembabatan hutan secara masif," kata Ridwan.

Gelar Apel

Sementara itu, apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi berlangsung di Polres Bangka Senin (7/11). Apel dipimpin oleh Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan.

Kegiatan apel ini diikuti oleh jajaran Polres Bangka, Lanal Babel, Kodim 0413 Bangka, Kompi 141 Yon AYJP, Brimob Polda Babel, Satpol PP, Tegas, BPBD, dishub dan relawan. Hadir juga seluruh camat, kapolsek dan danramil di Kabupaten Bangka.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved