MotoGP 2022

Francesco Bagnaia Juara Dunia MotoGP 2022, Lepas Beban Besar

Gelar juara MotoGP 2022 tak semata-mata pencapaian pribadi bagi Francesco Bagnaia, ada kelegaan yang luar biasa juga.

Editor: M Ismunadi
JOSE JORDAN / AFP
Dari kiri, Juara Moto2, Pebalap Kalex Red Bull KTM Ajo, Augusto Fernandez, Juara MotoGP, Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, dan juara Moto3, Pebalap Gaviota GASGAS Aspar Team, Izan Guevara berpose usai balapan pemungkas GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Cheste, Valencia (6/11/2022). 

POSBELITUNG.CO - Gelar juara MotoGP 2022 tak semata-mata pencapaian pribadi bagi Francesco Bagnaia.

Ada kelegaan yang luar biasa juga karena pebalap Ducati asal Italia ini bisa memenuhi ekspektasi besar.

Bagnaia memastikan gelar juaranya pada seri terakhir MotoGP Valencia yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, Minggu (6/11/2022).

Pebalap berusia 25 tahun ini finis di posisi kesembilan, cukup untuk membuat torehan poinnya yaitu 265 poin, tak terkejar oleh rival terbesar, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Keberhasilan mengunci gelar juara MotoGP, gelar juara dunia keduanya, melepaskan beban besar di pundak Bagnaia.

Sebab, tak cuma ekspektasi pribadi yang ditanggungnya.

Bagnaia juga mempersembahkan gelar pertama bagi Ducati setelah 15 tahun, tepatnya sejak terakhir kali mereka meraihnya pada 2007 melalui Casey Stoner.

Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia merayakan gelar juara MotoGP 2022 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia (6/11/2022).
Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia merayakan gelar juara MotoGP 2022 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia (6/11/2022). (JAVIER SORIANO / AFP)

Pun di negara asalnya yaitu Italia, Bagnaia mengakhiri penantian panjang akan prestasi yang absen sejak Valentino Rossi merebut titel terakhirnya di kelas para raja pada 2009.

"Saya merasakan beban di pundak saya untuk membawa pulang gelar bagi semua orang di tim, bagi pabrikan, bagi Ducati, bagi Italia," ujar Bagnaia, dilansir dari Crash.net.

Tekanan ini membuat Bagnaia tidak tenang walau hanya dituntut finis di posisi ke-14 pada MotoGP Valencia untuk memastikan gelar juara.

Pebalap yang akrab disapa Pecco itu tampil kurang meyakinkan, atau mungkin lebih tepatnya berhati-hati, sepanjang akhir pekan lomba kemarin.

Tidak terlihat aura kuat dari pebalap yang datang sebagai juara bertahan MotoGP Valencia.

Tak sekalipun dia berada di posisi lima besar dalam semua sesi.

Untungnya, kehadiran Valentino Rossi, mentornya di Akademi VR46, sedikit membantu Bagnaia dalam menghadapi balapan dengan lepas.

Bagnaia mengungkapkan bahwa Rossi mengingatkannya bahwa dia seharusnya sudah bangga dengan pencapaiannya sekarang.

"Anda harus bangga karena bisa memiliki kesempatan ini. Tidak semua orang bisa memilikinya,"
ucap Bagnaia menirukan kalimat Rossi.

"Memang Anda bisa merasakan tekanannya dan merasa takut, tetapi Anda harus bangga karena bisa mengalaminya, memperjuangkannya, dan menikmatinya," tuturnya mengikuti ucapan sang mentor.

Sekadar informasi, Bagnaia melampaui Valentino Rossi dalam keberhasilannya menjadi juara bersama Ducati, pabrikan dari negara asalnya.

Saat juara dunia sembilan kali itu mencoba melakukannya dengan bergabung bersama Ducati pada 2011-2012, kariernya justru hampir tamat.

Bagnaia menjadi pebalap Italia pertama yang berhasil menjadi juara kelas utama di atas motor Italia sejak kesuksesan Giacomo Agostini bareng MV Augusta pada 1972.

Bukan berarti balapan Bagnaia berlangsung dengan mulus.

Kontak dengan Fabio Quartararo pada awal lomba membuatnya kehilangan salah satu winglet pada fairing kanannya.

Mengendarai motor yang tidak seimbang menyulitkan Bagnaia.

Penampilan kuatnya pada beberapa lap pertama harus berakhir lebih cepat.

"Rasanya seperti mimpi buruk sejak saat itu," ujar Bagnaia, yang kemudian harus legawa disalip lima pebalap di belakangnya.

Walau balapan MotoGP Valencia tetap saja berlangsung dengan menegangkan baginya, Bagnaia berterima kasih kepada The Doctor.

"Saya mencoba mengikutinya (saran Rossi) dan tidak berhasil. Namun, sejujurnya saya merasa sangat senang. Dia adalah mentor kami, pemimpin kami," katanya.

Stoner: Bravo untuk Pecco!

Casey Stoner turut memberikan ucapan kepada Francesco Bagnaia yang sukses meraih gelar juara dunia MotoGP 2022.

Stoner menulis dua kata yakni "Bravo Pecco" untuk pebalap Ducati tersebut.

Finis di urutan kesembilan pada balapan MotoGP Valencia 2022 di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (6/11/2022), sudah cukup bagi Francesco Bagnaia untuk mengunci gelar juara dunia musim ini.

Pebalap yang akrab disapa Pecco itu menyegel status juara dunia MotoGP 2022 kategori pebalap dengan raihan 265 poin di akhir musim.

Bagnaia unggul 17 poin atas runner-up Fabio Quartararo yang menyelesaikan balapan MotoGP Valencia 2022 di urutan keempat.

Setelah musim lalu harus rela melihat Quartararo meraih titel, kini giliran Bagnaia yang berjaya.

Gelar juara dunia MotoGP 2022 yang diraih Bagnaia kian terasa spesial lantaran ia mengakhiri
penantian Ducati selama 15 tahun untuk kembali melihat pebalapnya naik takhta.

Kali terakhir pabrikan Italia mampu melahirkan juara dunia pebalap adalah lewat Casey Stoner pada musim 2007.

Stoner adalah orang pertama dan terakhir yang berhasil membawa Ducati menjadi juara dunia.

"Dua orang ini menampilkan kejuaraan yang luar biasa, membawanya ke babak terakhir," tulis Stoner di akun Instagram pribadinya, menanggapi persaingan Bagnaia dan Quartararo musim ini.

Duel Bagnaia vs Quartararo dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini memang begitu sengit.

Bagnaia sempat tertinggal 91 poin dari Quartararo, sampai akhirnya bisa merebut posisi puncak klasemen usai finis ketiga pada GP Australia.

Pada balapan di Phillip Island tersebut, Quartararo gagal mendapat poin karena terjatuh pada lap ke-12.

Hal itu menjadi momen kunci keberhasilan Bagnaia menyalip Quartararo dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

"Selamat kepada mereka berdua untuk pertarungan sengit sepanjang musim, dan terima kasih untuk hiburannya. Bravo Pecco," imbuh Stoner sambil menandai akun Instagram Bagnaia.

Bagi Ducati, kesuksesan Francesco Bagnaia meraih gelar juara dunia pebalap juga semakin melengkapi musim sempurna mereka.

Sebelum Bagnaia mengunci gelar juara dunia pebalap di Valencia, Ducati telah mengamankan titel juara dunia tim (Ducati Lenovo Team) dan konstruktor.

Gelar juara dunia pebalap milik Francesco Bagnaia pun membuat Ducati meraih tiple crown di MotoGP musim ini. (Tribunnews/Kompas.com/Bolasport.com)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved