Berita Pangkalpinang

Efek Global Warming, Kota Pangkalpinang Diprediksi Tenggelam di 2050, Begini Tanggapan Wali Kota

Pangkalpinang diprediksi tenggelam di tahun 2050. Wali Kota Pangkalpinang menyebut ada sejumlah indikator yang membuat para peneliti memprediksi itu.

Penulis: Novita CC | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil. Maulan Aklil yang akrab disapa Molen menanggapi prediksi Kota Pangkalpinang bakal tenggelam di tahun 2050. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Hasil penelitian terbaru Climate Central memprediksi sejumlah kota di Indonesia terancam tenggelam pada tahun 2050 mendatang.

Satu di antaranya adalah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bencana ini disebut akibat efek global warming (pemanasan global) yang menyebabkan naiknya permukaan air laut dampak dari mencairnya es di kutub utara dan penurunan tanah.

Bahkan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam penelitiannya menyebutkan ketinggian air laut di perairan Indonesia telah mengalami peningkatan sebesar 3-8 mm per tahunnya.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil pun menanggapi prediksi Kota Pangkalpinang bakal tenggelam di 2050.

Ia tak mempermasalahkan prediksi tersebut, namun semua kembali kepada kekuasaan Allah SWT.

"Wallahu a'lam (Hanya Allah yang mengetahui, red), prediksi manusia boleh saja, namun semua kekuasaan Allah. Tetapi kita ambil sisi positifnya, kita harus menjaga lingkungan kita supaya tidak terjadi seperti yang diprediksikan," tuturnya kepada Bangkapos.com, Selasa (8/11/2022).

Ia menyebut, memang terdapat beberapa indikator yang membuat para peneliti dapat memprediksi Kota Pangkalpinang akan tenggelam tahun 2050 mendatang.

Pertama, kata Molen, sapaan akrab wali kota, morfologi Kota Pangkalpinang. Daerahnya berbentuk cekung seperti kuali, yang mana bagian pusat kota berada di daerah rendah.

"Tak hanya itu, krisis iklim yang terjadi memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan. Mencairnya es di kutub menyebabkan semakin berkurangnya daratan disebabkan naiknya permukaan air laut," ungkapnya.

Alasan lainnya adalah karena pemompaan air tanah yang berlebihan, sehingga menciptakan perubahan tekanan dan volume yang menyebabkan daratan tenggelam.

" Kota Pangkalpinang seperti kuali, itu salah satu yang menjadi indikator mereka, bahwa Pangkalpinang bentuknya seperti kuali mereka berani memprediksi seperti itu," jelas Molen.

Namun Molen mengaku belum menerima peringatan soal ancaman Kota Pangkalpinang akan tenggelam pada 2050. Ia baru mengetahui informasi tersebut setelah membaca artikel berita.

"Kita belum ada menerima informasi, baru baca berita," sebutnya.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved