Pos Belitung Hari Ini

Lagi, 4 Obat Sirop Ditarik dari Peredaran, BPOM Cabut Sertifikat Dua Perusahaan Farmasi

Ada empat tambahan obat sirup yang ditarik dari peredaran, yaitu produk sirup obat PT Ciubros Farma berupa Citomol dan Citoprim.

Editor: Tedja Pramana
Istimewa
Pos Belitung Hari Ini. 

POSBELITUNG.CO - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) RI mengumumkan kembali dua perusahaan farmasi yang melanggar ketentuan cara pembuatan obat yang baik atau CPOB, khususnya pada obat sirup.

Kepala BPOM RI, Penny K Lukito menyebutkan dua perusahaan itu adalah PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma. Sertifikat CPOB dua perusahaan farmasi tersebut dicabut oleh BPOM.

Ada empat tambahan obat sirup yang ditarik dari peredaran, yaitu produk sirup obat PT Ciubros Farma berupa Citomol dan Citoprim. Sedangkan PT Samco Farma yaitu Samcodryl dan Samconal.

"Produk kedua farmasi itu menggunakan bahan pelarut yang tidak memenuhi syarat," kata Penny dikutip dari konferensi pers, Rabu (9/11).

Sebagai tindak lanjut, BPOM memerintahkan penarikan seluruh produk menjadi tugas tanggung jawab kewajiban dari industri farmasi tersebut. Namun tentunya dimonitor dan didampingi secara aktif oleh kantor-kantor BPOM di seluruh Indonesia.

Penarikan mencakup seluruh gerai industri besar farmasi, pedagang besar, apotek instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan.

"Jadi penarikan seluruh produk menjadi tugas tanggung jawab kewajiban dari industri farmasi tersebut. Tapi tentunya dimonitor dan didampingi secara aktif dan langsung juga dilakukan oleh kantor-kantor BPOM di seluruh Indonesia," ungkap Penny.

Pemusnahan semua persediaan sirup obat akan disaksikan oleh petugas unit teknis pelaksanaan BPOM dengan berita acara pemusnahan.

Sebelumnya, telah ada tiga perusahaan farmasi yang terseret kasus serupa yaitu PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

BPOM RI mencabut izin edar obat sirup dari (tiga) industri farmasi tersebut, dengan rincian dari PT Afi Farma 49 produk, PT Yarindo Farmatama 6 produk, serta PT Universal Pharmaceutical Industries 14 produk.

Obat Disita

Badan POM RI juga menyita barang bukti dari gudang supplier bahan baku obat sirup yang tidak memenuhi syarat. Yakni milik CV Chemical Samudra yang berada di Tapos, Depok, Jawa Barat.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, selain mengambil sampel bahan kimia dari CV Samudra Chemical, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa beberapa drum aluminium warna putih, buku-buku dan dokumentasi, sorbitol dan propilen glikol (PG).

"Hasil uji menunjukkan bahwa 12 sampel propilen glikol terdeteksi memiliki kandungan EG dan DEG yang sangat jauh. Dari persyaratan yang harus 0,1 persen, 9 sampelnya kadarnya mencapai 52 persen dan ada yang sampai 92 persen," kata Penny.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved