Berita Belitung

Suherman Sebut Mestinya Program Simpor Jadi Prioritas Penganggaran: Jangan Saling Lempar

Ia menegaskan, kejadian ini bisa menjadi catatan yang kurang baik karena apresiasi atlet dari Program Simpor menjadi program prioritas.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
posbelitung.co
Ketua Fraksi Granad DPRD Kabupaten Belitung Suherman 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Suherman menyayangkan apresiasi atlet berprestasi melalui Program Simpor atau sistem pendampingan pendidikan dan olahraga 2022 ditiadakan.

Padahal program tersebut merupakan program inovasi kepala daerah yang termasuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Menurut Awat, sapaan Suherman, seharusnya program Simpor menjadi prioritas penganggaran OPD terkait dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga untuk diloloskan ditingkat tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

"Bagaimana bisa hal-hal yang menjadi prioritas tidak dianggarkan  oleh eksekutif. Harusnya kepala daerah proaktif, panggil TAPD, mana saja yang prioritas. Jangan saling lempar, ini satu kesatuan antara pejabat daerah, OPD, dan TAPD," ujarnya.

Ia menegaskan, kejadian ini bisa menjadi catatan yang kurang baik karena apresiasi atlet dari Program Simpor menjadi program prioritas.

Awat pun mempertanyakan fungsi kepala daerah dalam pengawasan terhadap TAPD dan OPD terkait dalam pembahasan RAPBD 2022, sehingga kejadian ini menjadi tanggung jawab kepala daerah. 

Politisi Gerindra ini juga menyoroti dinas terkait yang akhir-akhir ini lebih banyak mengadakan kegiatan dan kejuaraan yang belum tentu menjadi program prioritas pemerintah daerah.

"Jadi tidak ada solusi, kami menyoroti dispora banyak kegiatan tapi yang prioritas terlewat," ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, apresiasi bagi atlet berprestasi Belitung melalui program Simpor tahun ini dipastikan tidak ada. Ditiadakannya dana apresiasi tersebut lantaran tidak masuk dalam penganggaran.

Atlet lari Belitung Robby Sianturi menyesalkan tak adanya apresiasi bagi para atlet. Padahal para atlet bersusah payah mengejar prestasi sepanjang tahun 2022.

Program Simpor pun menjadi harapan bagi para atlet dan pelatih dalam menggenjot semangat berlatih agar berprestasi setiap tahunnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Junaidi memastikan pemberian penghargaan atlet berprestasi di tahun ini tidak ada.

"Karena kami sudah mencoba menganggarkan pada saat APBD perubahan atau ABT pada Agustus-September. Tetapi pada saat rapat dengan TAPD (tim anggaran pemerintah daerah), itu tidak lolos karena anggaran induknya nol rupiah," ujarnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved