Gempa Cianjur

Enam Jenazah Kepala Sekolah Ditemukan, Ibu dan Anak Berpelukan, Mobil Terpaksa Dipotong

Semua menitikan air mata saling berpelukan tatkala tim forensik memanggil satu persatu keluarga untuk masuk ke kamar mayat dan memastikan

Editor: Khamelia
(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Dudung Abdurachman meninjau lokasi longsor akibat gempa di Kampung Pos, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Sedikitnya 162 orang meninggal dunia, 326 warga luka-luka, dan 13.784 orang mengungsi akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Cianjur. 

POSBELITUNG.CO -- Enam jenazah para kepala sekolah TK tiba di kamar mayat, Jumat (25/11/2022) pagi.

Isak tangis dari rekan dan keluarga pecah di halaman kamar mayat RSUD Sayang Cianjur.

Satu persatu kantong jenazah diturunkan untuk diidentifikasi oleh forensik.

Rekan dan keluarga dari para kepala sekolah sudah menunggu sejak pagi.

Semua menitikan air mata saling berpelukan tatkala tim forensik memanggil satu persatu keluarga untuk masuk ke kamar mayat dan memastikan bahwa itu keluarga mereka.

Dari delapan penumpang yang ada di mobil Avanza, dua orang terdiri dari ibu dan anak.

Mereka ditemukan berpelukan saat dievakuasi tim dari longsoran di tebing Palalangon, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022).

Ibu dan anak tersebut belakangan diketahui bernama Yanti Mandasari (42) guru TK Insan Hasanah warga Kampung Awilarangan, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Anaknya bernama Qinanti (2).

Keduanya sudah dievakuasi dan saat ini dalam proses pemulasaraan jenazah.

Anak sulung korban, Srikanti (22), mengatakan ia masih berkomunikasi dengan ibunya melalui aplikasi WhatsApp sebelum kejadian.

"Senin sebelum pukul 12.00 WIB, saya sempat bertanya lokasi ke mamah karena mamah update foto bareng adik, balasan dari mamah ada acara sekolah di Sarongge," ujar Srikanti dengan nada lirih ditemui di kamar mayat siang ini.

Srikanti yang sedang bekerja di Tangerang kembali mengirim WhatsApp mengabarkan bahwa ada gempa di Cianjur.

"Pas sudah kejadian gempa juga saya langsung kontak si mamah, dari situ sudah tak ada balasan dan ceklis satu," kata Srikanti.

Srikanti belum mendapat kabar mama dan adiknya terkubur longsor, ia hanya menunggu dan menduga handphone mamanya habis baterai.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved