Dugaan Nama Petinggi Polri Terseret, Kapolri Tegas Usut Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pihaknya akan memulai penyelidikan dengan memeriksa Ismail Bolong

Editor: Khamelia
(Sumber: Instagram)
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo 

POSBELITUNG.CO -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengusut kasus dugaan tambang ilegal yang menyebut-nyebut nama petinggi Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pihaknya akan memulai penyelidikan dengan memeriksa Ismail Bolong.

Kasus dugaan tambang ilegal itu bermula dari nyanyian Ismail Bolong mantan anggota Polres Samarinda.

Video testimoni Ismail Bolong viral beredar ke publik.

Kasus dugaan tambang ilegal itu diduga melibatkan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan mantan Kapolda Kalimantan Timur Irjen pol Rudolf Nahak.

"Tentunya kami mulai dari Ismail bolong dulu," kata Sigit saat ditemui awak media di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, dikutip dari Tribunnews.com Sabtu (26/11/2022).

Listyo Sigit Prabowo melanjutkan, pihaknya akan dilakukan pemeriksaan terhadap Ismail Bolong hingga siapapun anggota yang diduga turut terlibat.

Sebab kata mantan Kabareskrim Polri itu, untuk menentukan suatu menjadi tindak pidana, harus terpenuhi beberapa alat bukti.

"Nanti dari sana lalu kita periksa. Karena kan kalau pidana harus ada alat bukti nya," ucap dia.

Dengan begitu, Kapolri Sigit sejauh ini tim dari kepolisian masih melakukan pencarian terhadap sosok Ismail Bolong.

" Ismail Bolong sekarang tentunya tim yang mencari baik dari Kaltim ataupun dari Mabes ditunggu saja," kata dia.

Dalam melakukan pencarian terhadap Ismail Bolong itu,  Kapolri Sigit menyebut pihaknya sudah mempunyai strategi.

Adapun salah satu upayanya yakni dengan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan.

Pemanggilan ini dinilai penting guna meminta klarifikasi kepada  Ismail Bolong sebagai orang yang pertama kali membuat video pernyataan soal adanya aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved