Berita Belitung

Belitung Geopark Trail Run 2022, Pelari Umur 10 Tahun Finish Pertama Tempuh Jarak 21 Kilometer

Tantangan jalan tanah dan berbatu tak menghalangi langkahnya meraih juara hingga mampu diselesaikannya dalam waktu 1 jam, 24 menit, dan 57,17 detik.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Dua bocah belia Azahra dan Olyvia saat berada di podium setelah ikut lari kategori 21 kilometer putri di event Belitung Geopark Trail Run di Museum Maritim, Minggu (27/11/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tepuk tangan dan decak kagum penonton Belitung Geopark Trail Run 2022 riuh saat pemenang kategori lari 21 kilometer putri diumumkan.

Di umurnya yang masih belia, Azzahra Ramadhani melangkah ke podium dengan percaya diri.

Di tengah hujan gerimis, bocah 10 tahun itu tersenyum cerah saat menerima piagam dan piala atas raihannya sebagai finisher pertama, Minggu (27/11/2022).

Lari jarak jauh ini menjadi keberhasilan pertama pelajar kelas 5 SD Negeri 15 Tanjungpandan ini.

Ia mampu menempuh jarak 21 kilometer yang mulai dari depan Museum Maritim, melintasi jembatan Sijuk, kelenteng, masjid tua, jembatan Sengkeli, lalu ke Pantai Sengkeli, Pantai Batu Besi, Pantai Siantu lalu putar balik.

Tantangan jalan tanah dan berbatu tak menghalangi langkahnya meraih juara hingga mampu diselesaikannya dalam waktu 1 jam, 24 menit, dan 57,17 detik.

"Persiapannya sebulan, dilatih Pak Ujang," kata Zahra. 

Kebahagiannya meraih juara semakin istimewa karena berhasil berada di podium dengan teman sebayanya Putry Olyvia yang berhasil meraih juara ketiga setelah tiba dalam 1 jam, 42 menit, dan 14,19 detik. 

"Kalau aku latihannya 1,5 bulan," kata Olyvia

Dibalik kemenangan keduanya, ternyata Zahra dan Olyvia memiliki idola yang sama. Saat ditanya sosok yang paling memotivasi keduanya untuk menjadi atlet lari ialah atlet asal Belitung, Robby Sianturi. 

"Bang Robby," ucap keduanya serentak saat ditanya siapakah atlet idola. 

Menjadi juara pada lari jarak jauh tak terlepas dari dukungan orangtua. Ibu Zahra, Amny mengatakan putrinya tersebut sempat akan batal mengikuti pada event Belitung Geopark Trail Run 2022 karena sakit.

"Seminggu yang lalu sempat demam, rencananya tidak ikut. Pas kondisinya membaik, akhirnya ikut, ternyata jadi juara," ucap sang ibu penuh kebanggaan. 

Menurutnya, Zahra sejak kecil memang memiliki hobi olahraga. Semula Zahra menekuni olahraga renang. Dari renang, putrinya itu belajar mengatur pernafasan lalu iseng mencoba olahraga lari. Hobinya ini pun terus diarahkan orangtuanya agar terus berlatih. 

"Inilah bibit atlet yang diharapkan dari event seperti ini. Mudah-mudahan dapat memberikan pembinaan khusus, kalau event bisa diikutkan, karena prestasi dan motivasi anak kurang kalau tidak ada event. Event seperti ini bisa memacu mereka dari hasil berlatih," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Junaidi. 

Trek lari pada Belitung Geopark Trail Run pun memiliki risiko tinggi, terutama pada jarak 21 kilometer karena melalui medan jalan bebatuan dan jembatan yang mengarah ke geosite.

Selain sebagai wadah dalam mencetak bibit atlet, event ini juga dilakukan untuk memperkenalkan geosite yang ada di Belitung.

Apalagi sebanyak 307 peserta dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Bangka Tengah, Bangka Selatan,serta Pulau Belitung melalui rute geosite di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved