Berita Belitung

Pelatih Ujang Susanto, Sosok Penting Dibalik Kemenangan Bocah 10 Tahun Lari 21 Kilometer

Berbekal ilmu karena sempat mengenyam pendidikan bidang olahraga di Jakarta, ia melatih atlet-atlet muda yang memiliki masa depan panjang.

IST/Dok Ujang Susanto
Pelatih Ujang saat memangku atlet larinya, Olyv yang pingsan setelah sampai di garis finish setelah lari 21 kilometer pada event Belitung Geopark Trail Run di Museum Maritim, Senin (28/11/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Di balik keberhasilan bocah berumur 10 tahun yang meraih juara lari 21 kilometer pada Belitung Geopark Trail Run 2022, Minggu (27/11/2022), ada peran penting dari pelatih Ujang Susanto.

Dalam kurun sebulan ia mempersiapkan atlet-atlet kebanggaannya sebelum tampil dalam event tahunan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung tersebut.

Bukan saja disiplin, dalam melatih Ujang juga begitu berdedikasi, sabar, dan tulus, bak melatih anak kandung.

Enam atletnya yakni Zaza, Olyvia, Gelby, Cesa, Guntur dan Jovan yang masih belia tampil percaya diri mengikuti lomba lari, berpacu dengan para peserta dewasa.

Zaza dan Olyvia meraih juara pertama dan ketiga setelah menuntaskan jarak 21 kilometer. Keduanya finish dalam waktu masing-masing 1 jam, 24 menit, 57,17 detik dan 1 jam, 42 menit, dan 14,19 detik.

Gelby yang baru sebulan dilatih Ujang juga berhasil menuntaskan jarak 5 kilometer dalam waktu 26 menit, 51 detik, meraih posisi keenam dalam kategori putri.

Cesa finish di posisi ketujuh. Sementara Jovan yang diprediksinya mampu podium mengalami cedera saat perlombaan hingga finish di posisi kesembilan.

Meraih prestasi gemilang dalam event tersebut terlihat wajar melihat rutinitas latihan dan persiapan yang dilakukan Ujang kepada anak didiknya.

Berbekal ilmu karena sempat mengenyam pendidikan bidang olahraga di Jakarta, ia melatih atlet-atlet muda yang memiliki masa depan panjang.

"Orang-orang bilang hebat atlet aku, bukan. Kami menang di pola makan dan stamina, sedangkan mereka (atlet lain) hanya latihan. Kami ada nge-gym, atur pola makan, atur waktu tidur. Bukan karena jago," katanya, Senin (28/11/2022).

Tidak ada nama klub. Ide dari orang tua anak asuhnya menyebut tim asuhan Ujang sebagai Fanara Camp pun mencuat dari tim yang semula tanpa nama ini.

Ujang bahkan enggan menyebut dirinya sebagai pelatih dan tidak mau menerima bayaran dari orang tua. Melatih olahraga dilakukannya sebagai rasa sayangnya terhadap semangat anak-anak berprestasi dan amal.

Tidak ada alat-alat latihan fisik dan fasilitas bagus. Peralatan sederhana digunakan, seperti katrol sumur, barbel dari semen, bahkan untuk latihan kekuatan kaki, atletnya menaiki bangku pakai karet ban dalam.

Latihan kadang di rumahnya, Jalan Perumnas atau di tanah kosong di Dusun Air Serkuk.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved