Berita Pangkalpinang

UMP Babel 2023 Naik 7,15 Persen, Apindo Lakukan Uji Materiil ke Mahkamah Agung

Bagaimanapun seharusnya UMP 2023 ditetapkan sesuai dengan PP 36 tahun 2021 bukan menggunakan Permenaker 18 tahun 2022.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos/Riki Pratama
Anggota DPRD Babel, Herman Suhadi, 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Upah minimum (UMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2023 naik sebesar 7,15 persen.

Sebelumnya besaran UMP Tahun 2022 adalah Rp3.264.884, sehingga dengan adanya kenaikan ini, para pekerja akan mendapat upah Rp3.498.479 mulai awal tahun depan.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Bangka Belitung (Babel), Nuradi Wicaksono memberikan tanggapan terkait kenaikan UMP 2023.

"DPP Apindo Babel menunggu instruksi dan arahan lebih lanjut dari Dewan Pimpinan Nasional Apindo yang telah menunjuk Prof Denny Indrayana untuk permasalahan dualisme atas dasar penetapan UMP 2023 dengan dilakukannya uji materiil ke Mahkamah Agung (MA) atas Permenaker 18 tahun 2022," kata Nuradi kepada Bangkapos.com, Senin (28/11/2022).

Nuradi menegaskan, bagaimanapun seharusnya UMP 2023 ditetapkan sesuai dengan PP 36 tahun 2021 bukan menggunakan Permenaker 18 tahun 2022.

"Untuk itu kami menunggu sampai dengan adanya keputusan dari uji materiil tersebut sikap Apindo jelas terus mendorong dan mengingatkan bahwa penetapan UMP 2023 harus berdasar pada aturan yang ada yaitu PP 36 tahun 2021," jelasnya.

Dikatakan Nuradi, kedudukan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 yang menjadi turunan dari Undang-undang Cipta Kerja.

"Apakah masih relevan dan masih berlaku atau justru sebaliknya Permenaker 18 yang menjadi rujukan dan dasar perhitungan UMP 2023 atau nanti berubah lagi setiap saat sesuai selera dan kepentingan-kepantingan sesaat? Kepastian dan kepatuhan akan aturan dan hukum menjadi sangat penting jika kita tetap menginginkan hubungan industrial yang harmonis dan iklim investasi berjalan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi mendukung terkait kenaikan UMP 2023.

"Kami dari DPRD memberikan saran dan menekankan pemerintah naikan UMP. Seberapa besar kenaikan UMP itu tentu telah melalui pembahasan. Tetapi kami minta dinaikan," kata Herman.

Menurutnya, rasa empati harus ditunjukkan, dengan kondisi ekonomi saat ini, dengan tinggi harga barang pokok dan inflasi yang terjadi.

"Tentu kita sangat empati dengan kondisi pada hari ini. Dengan keadaan inflasi yang begitu kurang baik, ini memberatkan masyarakat," katanya.

Lebih jauh Herman menjelaskan, imbas dari inflasi dan kenaikan BBM tentu dirasakan masyarakat, sehingga penghasilan masyarakat dari UMP harus bertambah.

"Tetapi kita tetap berterima kasih kepada para pengusaha, yang memiliki pabrik, dan perusahan swasta telah berinvestasi dan memberi kontribusi. Membuka lapangan pekerjaan di Babel. Di tengah keterbatasan pemerintah, ini sangat membantu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved