Berita Pangkalpinang

Bank Indonesia Optimistis Mampu Hadapi Tahun 2023, Pertumbuhan Ekonomi Babel Masih Baik

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan lima persoalan yang membuat ekonomi global kacau balau tahun ini dan ke depannya.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Khamelia
Andini Dwi Hasanah
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di lantai 4 kantor perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung yang menyaksikan secara langsung acara di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022) 

POSBELITUNG.CO -- Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022) disaksikan secara live streaming di Bank Indonesia kantor perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan yang merupakan puncak high level event  Bank Indonesia yang telah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 1969 itu juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sederet menteri serta bankir dan pelaku dunia usaha lainnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan lima persoalan yang membuat ekonomi global kacau balau tahun ini dan ke depannya.

Kata, Perry Indonesia perlu mewaspadai lima hal, yang terutama datang dari prospek ekonomi global. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang menurun, kedua, inflasi sangat tinggi atau high inflation karena harga energi dan apangan global, ketiga, suku bunga tinggi, keempat, fenomena strong dolar atau dolar AS yang sangat kuat, dan terakhir adalah cash is the king.

"Semua pihak bersama inysaallah, tuhan, menghendaki ekonomi Indonesia pada 2023 dan 2024 akan menunjukkan ketahanan dan kebangkitan," ujar Perry dalam sambutannya.

BI meyakini pertumbuhan akan cukup baik 4,5-5,3 persen pada 2023 dan meingkat 4,7-5,5 % pada 2024.

Persoalan lain adalah perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) yang masih berlanjut. Perekonomian China yang melambat juga menjadi kekhawatiran banyak negara di dunia.

Maka dari itu, semua pihak harus bersiap menghadapi situasi stagflasi di dunia, bahkan resflasi. "Risiko stagflasi dan bahkan resflasi menjadi risiko global," terang Perry.

Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Agus Taufik menegaskan, untuk menghadapi tantangan tahun depan yang paling penting adalah kaloborasi semua pihak.

Diakuinya, ancaman stagflasi tidak hanya terjadi di Indonesia tapi banyak negara lainnya.

"Kalau kami melihat pertumbuhan di Bangka Belitung itu masih tumbuh positif, tingakat konsumsi masyarakat kita masih tinggi, kemudian investasi oleh swasta masih positif, termasuk pemerintah dikekuatan APBD nya masih positif," jelas Agus kepada awak media usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022, Rabu (30/11/2022).

Agus Optimis, kedepan Bangka Belitung akan mampu melewati badai yang sedang berlangsung. Dengan kunci kaloborasi dan bekerja sama dengan seluruh steakholder.

"Yang kedua selain kaloborasi melakukan berbagai langkah-langkah inovasi dalam berbagai hal. Karena sekarang eksternal cepat banget, pandemi berakhir tiba-tiba ada masalah baru geopolitik di Rusia-Ukraina, jadi sangat penting adanya inovasi kebijakan baik ditingkat pusat maupun daerah," jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung juga masih tumbuh positif yakni Triwulan III 2022 tumbuh sebesar 4,51 Persen (y-on-y).

"Pada triwulan IV nanti kami juga masih memperkirakan tumbuh positif. Memang ini tantangannya kedepan ini tidak mudah tapi kita harus tetap optimis mampu menghadapi tantangan 2023," tegasnya.

Terakhir acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Bangka Belitung juga ada stakeholder apresiasi yakni memberikan penghargaan kepada beberapa steakholder yang telah bekerjasama dengan baik bersama Bank Indonesia.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 itu juga dihadiri, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Kurniawan yang mewakili Pj Gubernur Bangka Belitung, Bupati dan Walikota, Akademisi, dan tamu undangan lainnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved