Berita Belitung

Akhir Tahun, Kinerja Positif KPPN Tanjungpandan Menyalurkan APBN 2022 Tetap Terjaga

Khusus dana Transfer ke Daerah dengan alokasi Rp194,83 miliar telah terealisasi 70,55 persen atau Rp137,44 miliar.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Tedja Pramana
IST/dok KPPN Tanjungpandan
Kepala KPPN Tanjungpandan, Firza Yulianti. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menjelang akhir tahun 2022, kinerja positif APBN 2022 masih tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi telah mencapai 5,72 persen.

Hal ini disampaikan Kepala KPPN Tanjungpandan, Firza Yulianti disela-sela acara Treat-Sury Day Bulan November 2022, melalui daring pada Rabu (30/11/2022).

"Kuatnya pertumbuhan penerimaan dan akselerasi belanja negara jadi pendukungnya. Per 31 Oktober 2022, penerimaan pajak mendominasi pendapatan negara di wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, dengan realisasi mencapai 423,7 miliar rupiah," kata Firza melalui siaran rilis KPPN Tanjungpandan.

Ia mengatakan belanja negara merupakan bentuk realisasi rencana kerja pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan.

Akitivitas pemerintah baru dapat dirasakan oleh masyarakat ketika proses belanja selesai dilakukan, seperti belanja penyediaan infrastruktur, belanja subsidi, belanja di bidang pendidikan, dan lain-lain. Salah satu titik strategis penyelenggaraan pemerintahan adalah belanja negara.

"Belanja Negara diupayakan untuk terus berakselerasi untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Kinerja belanja K/L, dengan realisasi per 31 Oktober 2022 Rp497,34 miliar dari alokasi pagu Rp653,68 miliar atau 76,08 persen, naik 13,65 persen (Rp89 miliar) jika dibandingkan bulan lalu," papar Firza.

Firza menambahkan, untuk Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sampai dengan 31 Oktober 2022 telah terealisasi Rp207,7 miliar dari alokasi dana pada tahun 2022 sebesar Rp270,12 miliar atau 76,88 persen.

Khusus dana Transfer ke Daerah dengan alokasi Rp194,83 miliar telah terealisasi 70,55 persen atau Rp137,44 miliar.

Rincian untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kabupaten Belitung pagu Rp93,94 miliar, realisasi 60,95 persen dan Kabupaten Belitung Timur dengan pagu Rp48,32 miliar realisasi 67,36 persen.

Kemudian, DAK Non-Fisik, meliputi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, BOS Paud, dan BOS Pendidikan Kesetaraan, rata-rata telah terealisasi di atas 90 persen.

Sedangkan untuk Dana Desa, tersalur ke 42 desa Kabupaten Belitung, dan 39 desa Kabupaten Belitung Timur, yang terdiri dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) telah terealisasi seratus persen, dan Non-BLT terealisasi 88,56 persen atau Rp39,3 miliar.

Sementara itu, lanjut Firza, salah satu alat pengendali sekaligus alat ukur untuk mengetahui kinerja pelaksanaan anggaran pemerintah yang direalisasikan melalui belanja pemerintah dapat menggunakan skema alat ukur yaitu Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).

IKPA ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 195/PMK.05/2018 tentang Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (EPA) Belanja Kementerian Negara/Lembaga, dengan memfokuskan pada prinsip Value For Money (VFM), kinerja pelaksanaan anggaran yang direalisasikan ini untuk mengukur belanja pemerintah.

Tapi masih terdapat deviasi (gap) yang cukup tinggi antara rencana penyerapan anggaran dengan realisasinya pada tahun 2022 ini.

"Anggaran dalam jumlah yang banyak jika dibiarkan saja tidak ada pengaruhnya bagi pertumbuhan ekonomi, namun jika dituangkan dalam proyek-proyek dari anggaran yang ada, maka akan bermanfaat dan berpengaruh untuk k pertumbuhan ekonomi," kata Firza.

(posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved