TKI

Curhat TKI Taiwan, Dituduh Mencuri hingga Diusir oleh Majikan, Risiko Jaga Lansia Harus Sabar

Menjaga lansia yang sudah memiliki penurunan daya ingat menjadi pekerjaan utama dari seorang TKI perempuan bernama Ita. Terkadang batas kesabarannya.

Tayang:
Editor: M Ismunadi
YouTube Ita Story
Curhat TKI Taiwan, Dituduh Mencuri hingga Diusir oleh Majikan, Resiko Jaga Lansia Harus Sabar 

POSBELITUNG.CO -- Menjaga lansia yang sudah memiliki penurunan daya ingat menjadi pekerjaan utama dari seorang TKI perempuan bernama Ita.

Kerap membuat konten di kanal YouTube pribadinya, TKI perempuan ini berbagi kisah kala harus menjaga lansia.

Meski terkadang batas kesabarannya habis terkuras, namun TKI perempuan ini hanya bisa pasrah dan terus mengelus dada saat menjaga majikannya itu.

Ita sadar majikan yang ia jaga adalah orang tua yang sudah mulai pikun, sehingga ia harus banyak-banyak menarik napas panjang untuk membuat dirinya tetap enjoy dalam pekerjaannya tersebut.

"Di video ini saya akan bercerita tentang pasien saya. Bukan gangguan, tapi mungkin semua lansia seperti itu, kadang tidak bisa ditebak kelakuannya, kayak anak kecil, random," kata Ita bercerita.

"Kadang-kadang saya diusir pernah, dituduh maling duit pernah, jadi ini adalah kebiasaan pasien yang aku jaga," tambah Ita.

Kelakukan random majikan Ita, mencari uang di tumpukan baju
Kelakukan random majikan Ita, mencari uang di tumpukan baju (YouTube Ita Story)

TKI perempuan ini memperlihatkan kala ia mengurus majikannya tersebut, terlihat betul bagaiman sang majikan bersikap sehari-hari.

Merasa kehilangan uang, majikan Ita nampak sedang membongkar lipatan baju yang sudah dilipat dan tersusun rapi di dalam rak sederhana.

Satu per satu baju tersebut dibongkar oleh majikan Ita yang bermaksud memeriksa apakah ada uangnya yang tersimpan di dalam tumpukan baju tersebut.

TKI perempuan ini hanya bisa melihat tanpa ada daya untuk menegur majikannya itu.

"Pasien dengan mengobrak-abrik baju, tarik nafas jangan emosi dulu, kita lihat aja, nanti dibereskan," tutur Ita.

Tak berhenti sampai di situ, ternyata majikan Ita kembali mengulang tindakannya tadi di malam hari.

Meski jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam, namun majikan TKI perempuan ini masih melancarkan aksinya mencari uang yang ia duga telah hilang.

Majikan Ita kembali membongkar lemari di malam hari mencari uangnya yang hilang
Majikan Ita kembali membongkar lemari di malam hari mencari uangnya yang hilang (YouTube Ita Story)

Ita menjelaskan bahwa majikannya tersebut berbicara sendiri seolah-olah Ita yang sudah mengambil uangnya, padahal itu tidak benar sama sekali.

Sakit hati, itulah yang TKI perempuan ini rasakan. Namun ia sadar ia berhadapan dengan siapa, sehingga dengan berlapang dada TKI perempuan ini kembali memaklumi sikap majikannya.

"Ini malamnya, jam 10 malam, kondisi dia sudah minum obat tidur tapi di pikirannya itu bahwa duitnya itu hilang," kata Ita.

"Jadi itu uangnya dia simpan sendiri, dia lupa sendiri, tapi dia merasa tidak lupa. Jadi seperti kayak orang stres gitu ya, tapi memang dipikirannya itu ya uang terus,"

"Bahwa dia ada uang, dia simpan tadinya di mana, pindah ke mana, dan itu dia tidak merasa mindahkan barangnya itu," jelas Ita.

Berpengalaman mengurus lansia tersebut, TKI perempuan ini berbagi sedikit tips kepada rekan seprofesinya yang lain.

Ia menyarankan agar pada TKI yang lain harus tetap menjaga emosi agar tidak tepancing, harus banyak sabar, dan mengelus dada.

"Jadi menghadapi pasien yang seperti ini, terutama saya, suka tarik nafas, jaga emosi. Tapi memang kadang-kadang suka marah," tutur Ita.

Majikan Ita kembali membongkar lemari di malam hari mencari uangnya yang hilang
Majikan Ita kembali mencari uangnya yang hilang (YouTube Ita Story)

Ita juga sempat menunjukan sikap random lain yang kerap dilakukan oleh majikannya tersebut, majikan Ita kerap menyimpan barang yang ia anggap berharga di tempat yang tidak masuk akal dan bukan tempatnya.

Hal itu dilakukan agar barang yang ia sayangi itu tetap berada dalam pantauan matanya.

Seperti kue yang ia terima dari anaknya, saking sayangnya kue tersebut tidak dimakan oleh majikan Ita. Ia lantas menyimpan kue itu atas tumpukan baju di rak yang ada di dalam kamar.

"Bahkan ini kue hadiah hari ibu dari anaknya, mungkin saking tidak mau dimakan orang atau gimana, disimpan di atas baju, dan ini lemarinya tutupnya sampai copot karena dibuka-ditutup, sampai rusak," urai Ita.

Drama kehilangan uang masih terus berlanjut, meski jarum jam terus berputar hingga larut malam dan hari berganti, majikan Ita masih berusaha menemukan uangnya yang dianggap hilang.

Tak hanya itu, majikan Ita juga melakukan kegiatan random lainnya, seperti membuat keributan di tengah malam.

Majikan Ita memukul-mukul gelas yang menimbulkan suara gaduh di tengah malam
Majikan Ita memukul-mukul gelas yang menimbulkan suara gaduh di tengah malam (YouTube Ita Story)

Majikan ita terlihat memukul-mukul benda hingga menimbulkan suara keras, lalu tersenyum lega usai melakukannya. Padahal saat itu jarum jam sudah menunjukan pukul 11 malam.

Begitula resiko seorang TKI perempuan atau TKW yang bekerja menjaga lansia di luar negeri, Ita memberikan pesan kepada rekan seprofesinya untuk memupuk terus rasa sabar dan mental yang kuat.

TKI perempuan ini menegaskan, beberapa modal yang dibutuhkan itu merupakan pegangan kuat bagi para TKI jika ingin betah bekerja di Taiwan dengan jobdesk menjaga lansia.

"Calom PMI, sebagai PMI yang sudah ada di Taiwan atau yang belum di Taiwan, harus jaga mental, yang kedua harus sehat, yang ketiga harus bisa bahasa," tutur Ita.

(Posbelitung.co/Fitri Wahyuni)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved