Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Gelar Job Fair, 20 Perusahaan Cari Karyawan Mulai 5-6 Desember

Terhitung sejak tanggal 5 – 6 Desember 2022, dengan total 390-an lebih lowongan pekerjaan yang tersedia dari 20 perusahaan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Khamelia
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Ilustrasi job fair 

POSBELITUNG.CO – Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menggelar bursa tenaga kerja selama dua hari. Terhitung sejak tanggal 5 – 6 Desember 2022, dengan total 390-an lebih lowongan pekerjaan yang tersedia dari 20 perusahaan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi mengatakan, sudah semestinya pelaksanaan bursa tenaga ini dilakukan secara adil, transparan dan profesional. Jangan sampai ada praktik kecurangan yang dilakukan dalam bentuk apapun.

“Kami berharap agar rekrutmen perusahaan melalui job fair ini dapat dilaksanakan secara transparan mungkin, sehingga perusahaan mendapatkan tenaga kerja dengan kualifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Ahad (4/12/2022).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera alias PKS ini memaparkan, berdasarkan data yang dimiliki legislatif memang angka pengangguran di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini terus berkurang setiap tahunnya, walaupun tidak secara signifikan. Dimana angka pengangguran terbuka di Pangkalpinang turun sebesar 1,03 persen selama tiga tahun terakhir.

Dimulai pada tahun 2020, yang mana angka pengangguran terbuka sebesar 6,93 persen. Lalu turun sebesar 0,12 dan menjadi 6,81 persen pada tahun 2021. Serta pada tahun 2022 terus mengalami penurunan sebesar 0,91 persen menjadi 5,90 persen.

“Tapi bagi kami di DPRD  khususnya Komisi II menganggap angka itu cukup tinggi. Maka dinas terkait dan pemerintah kota dapat memberikan informasi ini seluas luasnya kepada para pencari kerja di Pangkalpinang,” jelas Arnadi.

Lebih jauh sambung Arnadi, dengan adanya job fair ini pihaknya menekankan supaya eksekutif tidak cepat berpuas diri dan berbangga dengan menggelar kegiatan bursa kesempatan kerja ini. Pasalnya, program tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah pengangguran yang terus meningkat.

Selain itu, sesungguhnya bukan hanya job fair saja yang setiap tahun yang dibutuhkan. Namun, keterampilan para pencari kerja juga harus ditingkatkan. Komisi II sendiri sudah beberapa kali mengusulkan kepada pemerintah kota memiliki Balai Latihan Kerja atau BLK sendiri.

Sebab sepengetahuan legislatif, program BLK sendiri masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kota Pangkalpinang tahun 2018 – 2023. Dengan adanya BLK, diharapkan para pencari kerja setelah selesai pendidikan, dapat terserap di perusahaan-perusahaan yang ada di Pangkalpinang.

“Kalaupun tidak terserap diharapkan mereka dapat berwirausaha, sehingga secara otomatis akan mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Pangkalpinang,” urainya.

Meskipun demikian kata Arnadi, DPRD sendiri mendukung program job fair yang diselenggarakan pemerintah kota. Lantaran, legislatif sangat berharap kegiatan itu dapat menyerap tenaga kerja.

DPRD sendiri sudah beberapa kali mendesak pemerintah kota melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja setempat untuk mengatasi pengangguran. Caranya dengan job fair ini, beruntungnya dialokasikan kegiatan pada perubahan APBD tahun 2022.

“Kita di komisi II meminta setiap tahun job fair diadakan. Makanya kemarin pada saat pembahasan anggaran 2023,  kami mengusulkan kegiatan tersebut lebih besar lagi dengan berkoordinasi kepada perusahaan dan stakeholder terkait,” pungkas Arnadi. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved