TKI

Dulu jadi Guru Honorer dan Ekonomi Sulit, Kini Sukses Berkarier jadi TKI Arab Saudi, Begini Kisahnya

Zulkifli, TKI asal Sulawesi ini berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya dapat bekerja di Arab Saudi.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Tedja Pramana
YouTube fafa hasan family
Zulkifli saat bercerita awal mula ia dapat bekerja menjadi TKI di Arab Saudi 

POSBELITUNG.CO - Zulkifli, TKI asal Sulawesi ini berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya dapat bekerja di Arab Saudi.

Berawal dari keinginannya untuk hijrah, TKI bernama Zulkifli tersebut akhirnya dapat berkarier di salah satu supermarket di Tower Zam-Zam.

Ia lantas membagikan kisahnya ini melalui kanal YouTube fafa hasan family yang tayang satu tahun silam.

"Karena pengen hijrah, hijrah itu motiviasinya karena ekonomi dan untuk ibadah," tutur Zul memulai.

"Perekonomian di Indonesia kita tau sendiri, saya alhamdulillah Allah beri kemudahan untuk dapat sebagai sarjana, cuma Allah tidak mudahkan rezeki saya di Indonesia,"

"Tidak bisa mencukupi kebutuhan, sebagai seorang guru honorer kan," tambah Zul.

Bekerja di Arab Saudi, Zul mengatakan pendapatkannya sekitar 1.800 (riyal), atau sekitar Rp7,2 juta. Namun jumlah tersebut belum dihitung dengan tip yang ia dapat dari pelanggan, serta bonus dari perusahaan.

TKI berjenis kelamin laki-laki ini menuturkan, ia pernah mendapatkan bonus dari hasil penjualannya berkali-kali lipat dari upahnya.

"Penjualan kita ketika banyak, kita akan dapat bonus, dan bonusnya itu woow, fantastis. Alhamdulillah waktu itu saya pernah dapat bonus sampai 5.000, 10.000 satu bulan, lebih banyak bonus alhamdulillah," ungkap Zul.

Zul bercerita, awal hijrah ada dua negara yang menjadi tujuan utamanya, yakni Australia dan Arab Saudi.

Namun ia tidak memiliki jalan untuk dapat ke Australia, berbeda hal dengan Arab Saudi.

TKI ini mengatakan ia tidak mencari jalan untuk dapat sampai ke negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia itu, profesinya sebagai guru lah yang mengantarkan Zul dapat terbang ke Arab Saudi.

"Saya mau ke Mekkah tapi saya tidak nyari jalan, kebetulan saat itu saya sebagai guru bahasa Inggris di salah satu SMA di Kendari. Ketika lagi ngajar ada screenshoot dari FB yang buka lowongan kerja," kata Zul bercerita.

"Yaudah saya coba iseng-iseng. Ternyata setelah saya hubungi, saya langsung di telfon video call, dia orang Indonesia juga, manager di jakarta," tambah Zul.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved