Berita Pangkalpinang

Sampaikan Tiga Isu Strategis ke KLHK, Molen: Pangkalpinang Bisa Hilang dari Muka Bumi

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung kembali menyampaikan beberapa isu strategis kepada pemerintah pusat.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Khamelia
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

POSBELITUNG.CO – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung kembali menyampaikan beberapa isu strategis kepada pemerintah pusat.

Beberapa isu strategis itu disampaikan saat Tim Panelis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia berkunjung ke Kantor Wali Kota, Selasa (6/12/2022).

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, setidaknya terdapat tiga isu strategis yang dirinya sampaikan kepada pemerintah pusat. Terutama saat melakukan paparan dengan Tim Panelis dan verifikasi lapangan Nirwasita Tantra.

“Memang itu paparan untuk mendapat penghargaan Nirwasita Tantra. Mudah-mudahan kita dapat penghargaan itu, tetapi yang utama bagi saya adalah bagaimana apa yang kita sampaikan tadi aspirasi itu sampai ke pusat,” kata dia kepada Bangkapos.com usai kegiatan.

Maulan Aklil memaparkan, tiga isu strategis yang dirinya sampaikan yakni mulai dari permasalahan banjir, sampah dan penurunan kualitas air.

Untuk permasalahan banjir, memang perlu dilakukan secara mendalam. Dimana sebagai ibukota provinsi, Pangkalpinang berada di bagian hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Batu Rusa. Tak hanya itu juga terdapat tiga sungai besar lain yakni Rangkui, Selindung dan Pedindang.

Bahkan secara morfologi Kota Pangkalpinang berbentuk cekung dengan pusat kota yang berada ditengah-tengah. Hal ini memungkinkan terjadinya genangan air setiap musim hujan di beberapa titik tertentu, dengan adanya pengaruh dari pasang surut air laut yang menyebabkan sebagian daerah tergenang air.

Apabila permasalahan ini tidak segera diselesaikan, ia khawatir Pangkalpinang bisa tenggelam pada tahun 2050 mendatang layaknya prediksi dari penelitian terbaru Climate Central dan penelitian Institute Teknologi Bandung (ITB).

“Ini perlu ditangani secara holistik, terintegrasi, kolaborasi antara kabupaten kota dengan pemerintah provinsi, ini harus kita pikirkan dari sekarang. Kalau tidak bahaya ini, dengan kondisi perubahan iklim akan memberikan dampak ke depan Pangkalpinang bisa hilang ini dari muka bumi ini,” jelas Molen sapaan akrabnya.

Di sisi lain sambung dia, untuk penanganan pada pengelolaan sampah memang belum optimal. Disebutkannya, penerapan strategi yang dilakukan adalah dengan menghadirkan Bank Sampah, Tempat Pengolahan Sampah 3R Reduce, reuse, recycle.

Dengan melibatkan masyarakat, pengawasan sampah mobile, tahap penelitian kerjasama dengan PLN, menjalin nota kesepahaman dengan PT Kaltimex Energy. Ini dilakukan karena terbatasnya Tempat Pembuangan Akhir atau TPA dan untuk mengatasi permasalahan sampah.

“Salah satu yang kita lakukan menjelaskan kepada mereka apa yang sudah kita lakukan, apa-apa yang akan kita rencanakan. Saya rasa mereka paham dengan apa yang kita jelaskan tadi,” sebutnya.

Sementara itu kata Politisi PDI-P ini, Kota Pangkalpinang memiliki beberapa pencapaian nilai indeks kualitas lingkungan hidup, seperti peningkatan indeks kualitas air sampai November 2022. Dimana terjadi peningkatan sebesar 54,00 persen per November 2022. Dimana pada tahun 2021 lalu hanya 47,255.

Indeks kualitas udara tahun 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 87,78, dari semula pada tahun 2021 hanya sebesar 86,732. Indeks tutupan lahan tahun 2022 sama dengan tahun sebelumnya sebesar 42,60. Sedangkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup juga mengalami peningkatan ditahun 2022 hingga bulan November yakni 65,184, sedangkan tahun 2021 cemar sedang sebesar 62,216.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved