Helikopter hilang kontak

Jasad Pilot Helikopter Belum Ditemukan, Operasi SAR Skala Besar Dihentikan

Dalam upaya pencarian helikopter telah ditemukan, Co pilot Briptu Lasminto, Mekanik Teknis Bripka Joko Mudo dan Mekanik Teknis Bripda Khoirul Anam.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Jasad Pilot Helikopter NBO 105 nomor register P-1103 yang jatuh di Perairan Belitung Timur, AKP Arif Rahman Saleh hingga Rabu (7/12/2022) belum ditemukan.

Pencarian telah memasuki hari ke-11, sejak jatuhnya Helikopter milik Polairud Baharkam Polri di perairan Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur pada Minggu (27/11/2022) lalu.

Dalam upaya pencarian helikopter telah ditemukan, Co pilot Briptu Lasminto, Mekanik Teknis Bripka Joko Mudo dan Mekanik Teknis Bripda Khoirul Anam.

Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Yan Sultra melalui Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi menyampaikan terkait informasi terkini, perkembangan pencarian helikopter.

"Kami terima bahwa pada hari Selasa 6 Desember 2022 pada pukul 16.00 WIB telah dilaksanakan apel penutupan pelaksanaan pencarian helikopter NBO 105/P-1103 bertempat di Pelabuhan ASDP Manggar," kata Kombes Pol Maladi kepada Bangkapos.com di tempat kerjanya, Rabu (7/12/2022).

Maladi mengatakan, apel penutupan SAR pencarian helikopter dipimpin langsung Plt Dir Pol Udara Baharkam Polri, Kombespol Raden Hendrawan dan diikuti Karo Ops, Dir Polairud Polda Babel serta Kakansar Provinsi Babel.

"Kami sampaikan bahwa untuk diketahui pencarian masih tetap berlanjut sampai tanggal 18 Desember 2022. Namun dari yang skala besar gabungan atau nasional, diperkecil menjadi gabungan di kabupaten yang artinya dipegang kendali oleh Polda dan Polres. Dengan tetap memonitor dari pusat," katanya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan pencarian sejumlah kendala ditemui, seperti titik koordinat los kontak helikopter yang tidak terdatakan dengan pasti sehingga mempersulit operasi SAR.

"Kemudian terjadinya perubahan cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian/penyelaman sehingga kapal kembali ke dermaga. Alat yang digunakan untuk melakukan pencarian di bawah laut atau sonar hanya dimiliki oleh KRI," ujarnya.

"Arus pergerakan air dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga proses penyisiran dilakukan pada waktu air laut pasang dan jaringan komunikasi untuk mendukung operasi sar hanya menggunakan jaringan komunikasi terbatas," lanjutnya.

Lebih jauh, Maladi mengatakan, berkaitan evaluasi pencarian telah menggunakan beberapa metode pencarian.

"Metode pencarian di atas permukaan metode pencarian di atas permukaan menggunakan 20 unit kapal dari tim sar gabungan dan menggerakkan kapal nelayan di wilayah Belitung Timur dengan Coverage Area sekitar 97 persen. Kendala yang dihadapi hanya cuaca hujan di siang hari yang mengurangi pantauan atas permukaan dengan visibility yang rendah," katanya.

Dugaan Pilot Masih di Dalam Helikopter

Maladi menjelaskan pula berkaitan pencarian satu target terhadap pilot mengalami kendala
dugaan satu target atau pilot helikopter masih berada di dalam badan helikopter.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved