Berita Belitung

Kepala SLB Tanjungpandan Puji Aksesibilitas Bagi Disabilitas di Trotoar

Seperti digunakan untuk memarkir kendaraan atau meletakkan pot bunga, padahal hal ini dapat membahayakan pejalan kaki tuna netra.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Gedung Serbaguna Pemkab Belitung, Rabu (7/12/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanjungpandan, Rhama Duniati mengapresiasi langkah pemerintah daerah memasang guiding block.

Trotoar dengan garis timbul berwarna kuning ini terpasang sekitar Jalan Sudirman dekat pusat perbelanjaan, trotoar di Jalan Sriwijaya dan di sekolah area Tanjung Pendam.

Guiding block ini digunakan sebagai penuntun jalan bagi disabilitas tuna netra.

"Saya mengapresiasi aksesibilitas bagi anak disabilitas dapat terpenuhi," ujarnya saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di Gedung Serbaguna, Rabu (7/12/2012).

Meski begitu, Rhama menuturkan, perlu sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat. Orang-orang yang tidak tahu kegunaan dari garis kuning trotoar ini pun masih menyalahgunakannya.

Seperti digunakan untuk memarkir kendaraan atau meletakkan pot bunga, padahal hal ini dapat membahayakan pejalan kaki tuna netra.

Menurutnya, pemenuhan fasilitas dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga perlu dilakukan oleh setiap lembaga negara, sektor swasta, dan masyarakat tidak agar tidak lagi mengabaikan hak dan kebutuhan penyandang disabilitas dalam berbagai praktik yang diselenggarakan.

Ia berharap selanjutnya setiap kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dan gedung milik pemerintah juga dapat memenuhi aksesibilitas disabilitas.

Di antaranya dengan menyediakan area miring yang dapat digunakan oleh disabilitas tuna daksa yang menggunakan kursi roda.

"Bagi anak kami penyandang tuna daksa yang menggunakan kursi roda, karena tidak ada benda miring mereka kesulitan, jadi harus diangkat kursi rodanya," ucap dia.

Dalam pemenuhan fasilitas bagi disabilitas, Rhama menyebut SLB Tanjungpandan bekerja sama dengan pihak terkait agar memenuhi hal tersebut.

Dengan demikian disabilitas dapat leluasa menerima pelayanan yang memudahkan aksesnya.

Selain mengenai aksesibilitas, dirinya juga mengharapkan peningkatan tenaga pendidik bagi sekolah inklusif atau sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus.

Sebagai informasi, kini sekolah umum seperti SMP Negeri 3 Tanjungpandan, SMP Negeri 6 Tanjungpandan, SMP Universal, SD Negeri 9 Tanjungpandan, SD Negeri 38 Tanjungpandan, dan SD Negeri 19 Tanjungpandan juga melayani anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam rangka itu, lanjutnya, hal penting bagi anak disabilitas agar diperlakukan secara adil. Harusnya di sekolah tersebut juga memiliki guru pendamping khusus (GPK).

"Harusnya di sekolah inklusif minimal ada satu GPK yang berasal dari SLB yang memenuhi dunia pendidikan luar biasanya. Lagi-lagi pemerintah kadang cuman mencanangkan inklusif tapi SDM tidak disediakan. Kalau kami di SLB ingin mendampingi, kami juga sangat kekurangan guru," ucapnya.

Ia berharap pemenuhan SDM pendidik bagi anak berkebutuhan khusus juga dapat dipenuhi. Apalagi pendidikan menjadi hak bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved