Berita Pangkalpinang

Puluhan Pustakawan Dapat Pembinaan, Radmida: Perpustakaan Sumber Pengetahuan

Radmida mengakui, berdasarkan kondisi saat ini keberadaan perpustakaan di sekolah belum berfungsi secara optimal.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Tedja Pramana
Ist/Prokopim Iwan
Puluhan pustakawan dari 40 sekolah se-Kota Pangkalpinang saat mengikuti pembinaan perpustakaan di ruang OR Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (7/12/2022). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menggelar pembinaan tata kelola perpustakaan kepada puluhan pengelola perpustakaan dari satuan pendidikan se-Kota Pangkalpinang.

Mengingat perpustakaan merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran dan berfungsi sumber belajar dalam rangka mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di sebagai pusat sekolah maupun madrasah.

Ini sebagaimana diatur di dalam Pasal 1 ayat 11 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

" Perpustakaan sekolah merupakan sumber pengetahuan bagi siswa, guru, dan semua warga sekolah," kata Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam kepada Bangkapos.com usai membuka pembinaan perpustakaan di ruang OR Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (7/12/2022).

Radmida mengakui, berdasarkan kondisi saat ini keberadaan perpustakaan di sekolah belum berfungsi secara optimal.

Perpustakaan pada umumnya masih tidak lebih dari tempat menyimpan buku-buku. Bahkan warga sekolah kurang berminat untuk mendatangi perpustakaan-perpustakaan yang ada.

Padahal sebagai sumber belajar, keberadaan perpustakaan sekolah mutlak dibutuhkan. Namun, dalam pengelolaan perpustakaan saat ini masih jauh dari harapan, penggunaan Sarana perpustakaan masih belum optimal.

Keadaan ini dimungkinkan karena manajemen sekolah yang kurang mementingkan keberadaan perpustakaan di sekolah.

"Koleksi buku perpustakaan masih berkisar pada buku-buku paket, sedangkan selain buku dalam jumlah yang terbatas. Apalagi petugas perpustakaan pada umumnya bukan seorang pustakawan yang sebenarnya sehingga pengelolaan kurang profesional," jelas Radmida.

Tak hanya itu lanjut dia, alokasi dana untuk pengembangan perpustakaan dari sekolah masih kurang memadai.

Selain itu, motivasi kepala sekolah, guru dan staf sekolah kepada para siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar masih kurang.

Agar fungsi dan peran perpustakaan sekolah dapat berjalan dengan optimal, maka diperlukan suatu pembinaan perpustakaan sekolah. Supaya dapat meningkatkan standar mutu. Sehingga mempunyai daya tarik bagi siswa dan memotivasi siswa untuk membaca dan memanfaatkan perpustakaan serta mendorong terciptanya budaya baca.

"Maka dari itu, kami berusaha memberikan pemahaman supaya perpustakaan dibuat menarik, bersih, indah sehingga mereka nyaman untuk membaca buku di perpustakaan," sebutnya.

Oleh karena itu kata Radmida, pemerintah kota mencoba memberikan perubahan kebijakan yang diambil.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved