Pos Belitung Hari Ini

Agus Sempat Acungkan Sajam, Mantan Napi Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung

Dalam sepeda motor pelaku, terdapat kertas putih bertuliskan KUHP-Hukum, Kafir/Syirik Perangi para penegak hukum setan.

Editor: Tedja Pramana
Istimewa
Pos Belitung Hari Ini. 

JAKARTA, POS BELITUNG - Polsek Astana Anyar, Kota Bandung menjadi sasaran teror bom yang dilakukan orang tak dikenal, Rabu (7/12) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Ketika itu di dalam Mapolsek sedang dilakukan apel pagi. Belakangan pelaku diketahui bernama Agus Sujatno, mantan narapidana teroris yang pernah mendekam di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Agus juga terafiliasi dengan dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung atau Jawa Barat.

" Polsek Astana Anyar sedang apel, satu orang laki-laki, masuk ke polsek mengacungkan senjata tajam, menerobos barisan apel, anggota menghindar, dan terjadi ledakan, pelaku membawa bom. Diduga bom bunuh diri, pelaku meninggal dunia," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung.

Agus nekat melakukan aksi bom bunuh diri menggunakan sepeda motor bebek warna biru yang diparkirnya di depan kantor Polsek. Dalam sepeda motor pelaku, terdapat kertas putih bertuliskan KUHP-Hukum, Kafir/Syirik Perangi para penegak hukum setan.

Agus Sujatno yang disebut-sebut sebagai pelaku peledakan bom di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat dikenal pendiam sejak remaja.

Teman kecil Agus bernama Seno yang mengenal Agus Sujatno sedari kecil mengatakan bahwa pria kelahiran tahun 1988 itu memang sudah sedari kecil tinggal di RW 11, Desa Cibangkong, Batununggal, Bandung, Jawa Barat.

Hingga SMA, Agus Sujatno tinggal bersama kakek dan ibunya di rumah tersebut. Sementara ayah Agus Sujatno sudah bercerai dengan ibunya.

Menurut Seno, saat kecil Agus Sujatno termasuk sosok anak yang pendiam. Biasanya, ia hanya bergaul dan keluar rumah seperlunya saja. Agus Sujatno remaja disebut lebih suka berada di dalam rumah.

"Gaul tapi seperlunya sama sebayanya biasa saja kebanyakan banyak di dalam," kata Seno, Rabu (7/12).

Kemudian kata Seno, saat lulus SMA, Agus Sujatno sudah jarang pulang ke rumah tersebut. Ia hanya tahu bahwa pemuda tersebut bekerja sebagai penjaga warnet (warung internet).

Ketika itu, Agus Sujatno sudah tidak tinggal lagi di rumah tersebut. Pria tersebut hanya sesekali pulang ke rumah.

Terakhir, Agus Sujatno pulang ke rumah saat lebaran 1443 H pada bulan Mei 2022 lalu. Seno mengaku tidak terlalu kenal sosok Agus usai lulus SMA. Tetangga saja baru mengetahui Agus sudah menikah lantaran pernah pulang ke rumah membawa anaknya.

Padahal, tetangga tidak pernah tahu kapan Agus menikah dan menikah dengan siapa. Sementara untuk sosok kakek dan ibu Agus Sujatno cukup terbuka dengan tetangga.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved