TKI

Terlahir dari Keluarga Tidak Mampu, Perempuan Ini Memutuskan Untuk jadi TKI, Begini Kisahnya

Terlahir dari keluarga yang kurang mampu, seorang perempuan bernama Bie Bie Chai memutuskan untuk menjadi seorang TKI perempuan atau TKW.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Tedja Pramana
YouTube BieBie Chai
Terlahir dari Keluarga Tidak Mampu, Perempuan Ini Memutuskan Untuk jadi TKI, Begini Kisahnya 

POSBELITUNG.CO - Terlahir dari keluarga yang kurang mampu, seorang perempuan bernama Bie Bie Chai memutuskan untuk menjadi seorang TKI perempuan atau TKW.

Kedua orang tuanya adalah pekerja serabutan, ayahnya tukang kayu dan ibunya pedagang.

Sebenarnya kehidupan TKI perempuan ini ketika kecil dapat dikatakan cukup, karena kedua orang tuanya bekerja dan dapat menyekolahkan ketiga anaknya, termasuk Bie Bie Chai.

Namun ada hal yang membuat TKI perempuan ini mengatakan bahwa keluarganya termasuk keluarga yang tidak mampu, yakni dari segi tempat tinggal.

Rumah yang ditempati Bie Bie Chai bersama kedua orang tua dan kedua adik laki-lakinya sangat menyedihkan, terbuat dari bambu.

Sejak kecil, TKI perempuan ini sudah memiliki pikiran bagaimana caranya bisa membantu orangtuanya untuk membangunkan rumah yang layak.

Karena rumah yang mereka tempati tersebut sangat tidak layak dan rentan ambruk. 

"Dulu kehidupan ku mungkin bisa dibilang memprihatinkan di antara tetangga-tetangga ku, rumah mereka wes apik-apik, bahkan punya sepeda motor," cerita TKI perempuan tersebut di kanal YouTube pribadinya.

"Aku ketika kecil, masih SD, minder sama temen, soalnya aku mikir aku anaknya ora ndue, sepeda sek ndue, tapi kan yo jenenge cah SMP, pergaulan cah okeh iki kadang minder," sambungnya.

TKI perempuan ini becerita, meski teman-teman masa kecilnya dapat menerima dirinya, namun perasaan malu dan rendah diri itu tetap ada, belum lagi dengan adanya suara-suara sumbang terhadap keluarga mereka.

Meski ayahnya adalah tukang kayu dan hampir setiap hari bekerja membangun rumah dan memperbaiki rumah orang, namun pada kenyatannya rumah mereka sendiri tidak terurus.

Hal ini dikarenakan ayah Bie Bie Chai lebih mementingkan kebutuhan perut keluarga dan pendidikan ketiga anaknya.

"Dengan keadaan rumah seperti itu, bahkan dienyek (dihina) rumahnya tukang kayu aja rumahnya kok hampir ambruk, bahkan kerjaannya ngerjain rumah orang, tapi rumahnya sendiri nggak dibenerin," tutur Bie Bie Chai.

"Mungkin mereka tidak tau, tapi aku tau bapak ku kerja keras, dia kerja keras demi anak dan istrinya biar setiap hari tetap kecukupan makan dan biaya sekolah," jelas Bie Bie Chai melanjutkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved