Piala Dunia 2022
Jadwal Piala Dunia 2022 Dinihari Nanti Belanda Vs Argentina, Duel Virgil van Dijk dan Lionel Messi
Duel Virgil van Dijk dan Lionel Messi. Demikian tajuk pertandingan Belanda menantang Argentina dalam perempatfinal Piala Dunia 2022.
POSBELITUNG.CO - Duel Virgil van Dijk dan Lionel Messi. Demikian tajuk pertandingan Belanda menantang Argentina dalam perempatfinal Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail Iconic, Lusail, Qatar, Sabtu (10/12) dini hari.
Dua pesepakbola tersebut merupakan pemain terbaik di posisinya masing-masing.
Messi (35) menjadi inspirator tim Tango hingga sampai ke babak perempatfinal.
Penyerang Paris Saint Germain ini sudah mencetak tiga gol, dan satu assist yang artinya terlibat dalam 57 persen gol Albiceleste dalam empat laga di Qatar.
Di luar angka-angka tersebut, Messi adalah ruh permainan tim Tango dalam Piala Dunia kelima yang akan jadi pentas terakhirnya.
Kali ini, dia lebih berperan sebagai pengatur serangan --sekaligus juga eksekutor--, dan mentor bagi para penyerang muda tim Tango lain seperti Julian Alvarez (22), Enzo Fernandez (21), Alexis Mac Allister dll.
Argentina total mengantongi tujuh gol, dan kebobolan lima gol sampai fase delapan besar ini.
Tapi, ketajaman tim Tango belum sepenuhnya teruji mengingat lawan-lawan yang dihadapi sejauh ini belum ada yang masuk kategori kelas berat.
Di laga pertama, Argentina secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi 2-1.
Setelah itu, Messi dkk bangkit dengan susah payah mengalahkan Meksiko 2-0, Polandia 0-2, dan Australia 2-1 di babak 16 besar.
Baca juga: Malam Ini Pukul 22.00 Perempatfinal Piala Dunia 2022 Brasil Vs Kroasia, Neymar Cs Siap Berdansa Lagi
Belanda, di sisi lain, punya pertahanan sangat kuat.
Di bawah komando jenderal Virgil van Dijk, gawang mereka baru kebobolan dua gol, dengan mencetak delapan gol.
Namun, sama seperti Argentina, pertahanan tim Oranye belum sepenuhnya teruji.
Lawan yang dihadapi belum ada yang masuk peringkat 10 besar FIFA.
Masing-masing menghadapi Senegal (menang 0-2), imbang 1- kontra Ekuador, menang 2-0 atas Qatar, dan menekuk Amerika Serikat 3-1 di babak 16 besar.
Menghadapi duel klasik ini, Kapten van Dijk menegaskan timnya mempersiapkan diri lebih dari sekadar berusaha mematikan Messi seorang.
Menurutnya, ancaman tim Tango menyebar merata ke semua penyerang mereka.
"Dia salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Dia telah melakukannya selama bertahun-tahun. Dia, dan Cristiano Ronaldo telah menjadi pemain yang menonjol dalam dua dekade terakhir. Hanya ada rasa hormat terhadap apa yang telah mereka capai. Tapi, bagi kami sekarang, ini bukan hanya persiapan untuk menghadapi Messi. Kami bersiap melawan Argentina," kata bek Liverpool ini di konferensi pers.
"Hal tersulit soal dia adalah ketika kami menyerang, dia akan bersantai di suatu tempat, bisa di sudut lapangan atau area lain. Anda harus jeli dalam mengorganisir pertahanan. Mereka akan mencarinya (Messi) untuk menyulitkan kami dalam serangan balik," ujarnya.
Baca juga: Yassine Bounou Dapat Kepercayaan dari Generasi Baru Maroko, Terima Kasih Bono!
Van Dijk dan Messi pernah dua kali bentrok di level klub dalam duel Barcelona versus Liverpool pada ajang Liga Champions 2018/2019.
Dalam laga pertama, Liverpool kalah 0-3.
Meski tak cetak gol, Messi membuat van Dijk kerepotan dengan pergerakannya.
Namun, pada leg kedua, Liverpool membalas 4-0.
Saat itu, Messi tak berkutik diredam Van Dijk.
Bek dengan tinggi 195 cm ini tampil lebih sabar mengawal pergerakan Messi.
Ia baru akan menghalau atau menekel "si Kutu" yang tingginya 170 cm itu saat akan membuat manuver berbahaya.
Jurus seperti ini kemungkinan akan dipraktikkan lagi oleh Van Dijk dini hari nanti.
Bentrokan di Stadion Lusail memperbaharui salah satu duel klasik di peta sepak bola dunia.
Argentina mengalahkan Belanda ketika mereka bertemu di final 1978.
Namun, gol telat Dennis Bergkamp yang menakjubkan membawa Belanda ke perempat final yang ketat pada 1998.
Terakhir kali mereka bertemu adalah di semifinal Piala Dunia 2014 delapan tahun lalu, ketika tim Argentina yang dikapteni Messi menang melalui adu penalti.
Dan Van Dijk mengaku siap jika duel klasik nanti berakhir dengan adu tendangan penalti lagi.
"Kami telah berlatih," kata pemain berusia 31 tahun itu.
“Itu tidak menjamin dalam sebuah pertandingan, di mana Anda bermain di stadion penuh dengan 80 ribu penonton, dan ada semi final yang dipertaruhkan, semuanya akan berjalan sama, tetapi kami berusaha melakukan yang terbaik," katanya.
Tapi dia berharap laga akan berakhir dalam waktu normal, dengan Oranye jadi pemenang.
"Mudah-mudahan kami tidak sampai ke tahap itu dan kami bisa memutuskan pertandingan sebelum perpanjangan waktu atau adu penalti, tapi jika saatnya tiba kami harus siap untuk itu. Kami sudah berlatih semaksimal mungkin," ujar Van Dijk.
Belanda punya sejarah mentereng dengan mencapai babak final Piala Dunia tiga kali.
Namun, Oranye pernah belum mengangkat trofi.
Hal itu, kata Van Dijk, membuat rekan-rekannya semakin merasa "lapar", dan termotivasi.
"Ini perempat final, itu istimewa. Ada rasa lapar, ada mimpi. Kami tahu kami berada di perempat final dan hanya berjarak tiga pertandingan dari sesuatu yang sangat besar. Ini adalah kesempatan kami," katanya.
Seperti yang dikatakan Van Dijk, Argentina memang bukan Messi seorang. Masih ada bintang muda Julian Alvarez yang sudah mengemas dua gol.
Pun ada winger berpengalaman, Angel di Maria yang sudah menyumbang satu assists, dan kemungkinan jadi starter di lini depan menggantikan Papu Gomez yang cedera. (Tribunnews/den)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20221209_GRAFIS-Piala-Dunia-2022-Belanda-Vs-Argentina.jpg)