Piala Dunia 2022
Prediksi Final Piala Dunia 2022, Ini Kekuatan Pemain Kunci Empat Semifinalis
Juara bertahan, Prancis, dan Argentina termasuk tim yang difavoritkan sejak Piala Dunia bergulir. Tapi Kroasia dan Maroko juga bukan lawan enteng.
POSBELITUNG.CO - Prancis, Argentina, Kroasia, dan Maroko berebut tiket Final Piala Dunia 2022.
Juara bertahan, Prancis, dan Argentina termasuk tim yang difavoritkan sejak Piala Dunia 2022 bergulir.
Tapi Kroasia dan Maroko juga bukan lawan enteng.
Mereka telah terbukti mampu membuat kejutan dengan menaklukkan tim-tim unggulan.
Lionel Messi, Luka Modric, Yassine Bounou, dan Kylian Mbappe termasuk empat pemain kunci yang sangat menentukan bagi keberhasilan empat semifinalis Piala Dunia.
Mereka adalah pemain andalan dari tim-tim semifinalis Piala Dunia 2022.
Argentina akan menghadapi Kroasia di Stadion Lusail pada Rabu (14/12/2022) dini hari nanti.
Esok harinya, Prancis ditantang Maroko di Al Bayt.
Berbicara pemain andalan atau pemain kunci dari masing-masing tim yang lolos semifinal Piala Dunia 2022, berikut analisanya.
Dimulai dari Argentina.
Mereka mengalami kekalahan mengejutkan di laga pembuka oleh Arab Saudi.
Mereka keluar dari Grup C dengan kemenangan 2-0 atas Meksiko dan Polandia, kemudian mengandalkan momen ajaib dari Lionel Messi saat mereka mengalahkan Australia 2-1 dalam penampilan ke-1.000 karier pemain berusia 35 tahun itu.
Belanda membawa mereka ke perpanjangan waktu dan penalti setelah Wout Weghorst mencetak dua gol di akhir pertandingan, tetapi kiper Emi Martinez tampil jadi pahlawan.
Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2022 Malam Nanti Argentina Vs Kroasia, Vatreni Siap Pupuskan Mimpi Messi
Andalan Argentina tentu saja Lionel Messi.
Pemenang Ballon d'Or tujuh kali, turnamen ini tentunya merupakan kesempatan terakhirnya
untuk menyamai legenda Diego Maradona.
Lionel Scaloni telah mengubah taktiknya dalam beberapa bulan terakhir, menukar 4-4-2 dengan 4-3-3.
Itu memberi Messi kebebasan, berkeliaran di belakang Lauturo Martinez dengan Angel Di Maria di sayap.
Lawan Argentina adalah Kroasia.
Finalis 2018 itu berhasil melaju ke semifinal.
Mereka finis kedua di belakang Maroko.
Mereka membutuhkan adu penalti untuk mengalahkan Jepang di babak 16 besar, kemudian menggunakan adu penalti lainnya untuk mengalahkan tim favorit Brasil di perempat final setelah Bruno Petkovic mencetak gol di menit ke-117 untuk membalas gol Neymar.
Luka Modric menjadi pilar Kroasia.
Dia menantang usianya yang sudah 37 tahun, Kroasia mencapai semifinal berkat kontribusi besar di semua lini.
Kiper Dominik Livakovic menjadi pahlawan dalam adu penalti lawan Jepang dan melakukan serangkaian penyelamatan untuk menggagalkan Brasil di perempat final juga.
Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menjadikan Modric, Mateo Kovacic dan Marcelo Brozovic sebagai jangkar kekuatan untuk memenangkan pertempuran lini tengah, didukung Ivan Perisic di posisi sayap.
Baca juga: Hasil Piala Dunia 2022 - Selebrasi Khusus Lionel Messi untuk Van Gaal, La Pulga: Hanya Gertak Sambal
Tim juara bertahan Prancis adalah salah satu tim paling mengesankan di Piala Dunia ini, mereka tim pertama yang memastikan diri lolos fase grup.
Kekalahan 1-0 dari Tunisia terjadi setelah Didier Deschamps mencadangkan 9 pemain inti.
Ketika pemain reguler kembali, mereka mengalahkan Polandia 3-1 di babak 16 besar.
Ketika Harry Kane gagal mengeksekusi penalti, Prancis mengamankan kemenangan 2-1 atas Inggris untuk mencapai empat besar.
Sedangkan Maroko, tim yang paling banyak membuat kejutan di Piala Dunia ini.
Jadi juara Grup F setelah bermain imbang tanpa gol dengan Kroasia dan kemenangan mengejutkan atas Belgia.
Di babak 16 besar mereka membuat frustrasi Spanyol sebelum menang adu penalti, kemudian mengejutkan Portugal dengan kemenangan 1-0 yang menjadikan mereka negara Afrika pertama yang mencapai babak empat besar Piala Dunia.
Penampilan Maroko sejauh membuat sulit untuk memilih satu individu yang menjadi pemain andalan.
Hakim Ziyech dan Youssef En-Nesyri adalah pencetak gol di barisan penyerang.
Sementara penjaga gawang Yassine Bounou dinobatkan sebagai man of the match dalam kemenangan lawan Portugal, tetapi Maroko secara konsisten bermain sebagai satu kesatuan.
Pelatih Maroko Walid Reragui suka membanjiri lini tengah dengan banyak pemain, menutup
ruang bagi lawan, bertahan dengan gigih dan kemudian mencari Ziyech dan En-Nesyri untuk melakukan serangan balik. (Tribunnews/mba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20221213_GRAFIS-Jalan-Menuju-Final-Piala-Dunia-2022.jpg)