Berita Belitung

Gas Melon Langka di Belitung, Harga Jual di Luar HET, Begini Respon Bupati dan Pj Gubernur Babel  

Kelangkaan gas bersubsidi tiga kilogram langka beberapa waktu terakhir. Kalau pun ada, harga jualnya melambung tinggi mencapai Rp35.000 per tabung.

Tribunnews
Tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang disubsidi oleh pemerintah untuk rakyat miskin 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kelangkaan gas bersubsidi tiga kilogram yang terjadi menjadi keluhan masyarakat Belitung beberapa waktu terakhir. Kalau pun ada, harga jualnya melambung tinggi mencapai Rp35.000 per tabung. 

Menanggapi kondisi ini, Bupati Belitung, Sahani Saleh mengatakan cuaca menjadi faktor utama terhambatnya penyaluran gas melon kepada masyarakat. Menurutnya, dari kapal pengangkut gas yang bersandar menuju ke SPPBE Juru Seberang hanya dapat mengangkut menggunakan mobil. 

"Karena tidak ada stasiun dari kapal itu, akhirnya mereka bawa per tangki pakai mobil dari sana (SPPBE). Satu kapal hanya bisa muat empat mobil besar, inilah kesulitan," jelas Sanem, Kamis (5/1/2023). 

Kondisi ini, lanjut dia, tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin meningkat setiap harinya, sementara suplai kebutuhan gas tidak bisa dipaksakan karena kapal tongkang hanya mampu memuat empat mobil. "Makanya kami sudah mengusahakan kepada transportasinya itu untuk mengisi (gas) subsidi," jelasnya. 

Namun mencari kapal tongkang besar juga sulit dilakukan karena jika terlalu besar tidak bisa bersandar dan harus menunggu kondisi air laut pasang. Sementara memakai tongkang biasa berisiko tinggi saat angin kencang karena pasokan diambil dari Pangkal Balam. 

Disinggung mengenai harga jual yang mencapai dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET), Sanem mengatakan bagi masyarakat yang penting barang tersedia. 

"Kalau dilarang (jual di luar HET) nanti masyarakat kontra, makanya di Belitung ini kaitannya dengan inflasi. Ada HET, HET itu bupati yang teken, cuman karena (pasokan gas) terbatas akhirnya (masyarakat) berebut lah, ini lah masalahnya," jelasnya. 

Menanggapi hal serupa, Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengatakan masalah cuaca berimbas pada pengiriman pasokan gas dari sumbernya ke Pulau Belitung

Saat cuaca buruk, kapal-kapal sulit merapat sehingga terjadi kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. 

"Masalah cuaca pengiriman sumbernya, nanti akan kami lihat pengaturan dan stoknya. Bukan hanya pengaturan tapi juga ada dinamika pasar yang harus disikapi lebih lokal," kata Ridwan. "Iya nanti akan coba kami tata lagi," ucapnya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved