Berita Belitung Timur

Kopi Gading dan Baguk Khas Belitung Timur Tahan terhadap Cuaca dan Punya Rasa Unik

Kopi khas Belitung Timur, Gading dan Baguk, mempunyai keunggulan dan cita rasa tersendiri sendiri ketimbang kopi lain.

Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Hasbullah
Buah Kopi Baguk yang diolah masyarakat. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kopi khas Belitung Timur, Gading dan Baguk, mempunyai keunggulan dan cita rasa tersendiri sendiri ketimbang kopi lain.

Kekhasan dua kopi yang sudah lama tumbuh di Belitung Timur tersebut, mulai dari ketahanan pohon yang dapat beradaptasi dengan cuaca dan tanah di Pulau Belitung, serta rasa seduhan kopi yang unik.

Pegiat sejarah dan tanaman kopi, Hasbullah, mengatakan, Kopi Baguk mempunyai pohon yang tinggi dan dapat berbuah sepanjang tahun. Hanya saja panen rayanya tetap mengikuti musim pada umumnya di bulan Juni atau Juli.

"Sejauh ini tahan penyakit, yang aku temukan itu, di rumah orang-orang yang mempunyai pohonnya, tahan penyakit, tidak dirawat pun hidup," kata Hasbullah, Senin (16/1/2023).

Warga mengolah Kopi Baguk.
Warga mengolah Kopi Baguk. (IST/Dokumentasi Hasbullah)

Berbeda dengan pohon kopi lain yang bisanya akan gosong apabila terlalu intens terkena matahari, Kopi Baguk malah dapat bertahan hidup karena pohonnya yang lebih tinggi.

"Biasanya harus ada peneduh, sejauh ini pohon yang dicoba di lahan eks tambang itu, di tahan terhadap panas dan unsur hara yang kurang," katanya.

Namun, meskipun tetap sehat dan tidak gosong terkena matahari, daun pohon Kopi Baguk yang ditanam di lahan bekas tambang, sedikit berbeda dengan yang normal.

Biasanya daun pohon Kopi Baguk itu mekar dan licin. Akan tetapi untuk yang di lahan bekas tambang, daunnya menguncup dan sedikit bergelombang.

Lalu untuk rasa, ketika diseduh menggunakan metode wine (fermentasi) oleh salah satu roaster yang ada di Belitung, ternyata mempunyai cita rasa yang enak dan sedikit berbeda dengan jenis liberika ekselsa pada umumnya.

"Tetap ada asamnya, fruity-nya ada, pahitnya dapat, tergantung mau rosternya seperti apa," ujarnya.

Sedangkan Kopi Gading, juga berbeda dengan rasa kopi jenis robusta pada umumnya.

"Ada muncul rasa pedas, entah roaster-nya yang membuat rasanya seperti itu, atau rasa pedas itu kecelakaan, karena belum pernah diiuji secara resmi oleh lembaga independen, karena kita cuma mencicipi sesekali," bebernya.

Menurut Hasbullah, basis rasa kopi robusta seharusnya hanya pahit, tidak ada asam. Namun ia mengaku pernah mencicipi kopi Gading yang punya rasa asam.

"Tapi tidak semuanya ya, kami belum berani klaim rasa kopi kita rasanya seperti ini," kata Hasbullah.

Lalu, untuk pohon Kopi Gading sendiri cukup tinggi tapi tidak terlalu besar.

"Saya yakin, pohon Kopi Gading juga tahan terhadap penyakit dan cuaca seperti Baguk, yang artinya cocok untuk tanah di Pulau Belitung," ujarnya. ( Posbelitung.co/Sepri)

Sumber: Pos Belitung
  • Tribun Shopping

  • Berita Terkait :#Berita Belitung Timur
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved