Berita Belitung

Fezzi Uktolseja, Lulusan Magister Terbaik IPB, Ikuti Jejak Politik Sang Ayah

Tidak seperti kebanyakan caleg yang gagal di awal-awal karirnya, Fezzi malah langsung terpilih dan menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur.

Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Tedja Pramana
posbelitung.co
Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Fezzi Uktolseja (38), sosok yang saat ini menjadi salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) adalah lulusan program magister terbaik Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2008 lalu.

Tidak tanggung-tanggung, Fezzi mendapatkan IPK 3,99 pada program magister manajemen dan bisnis dengan masa studi selama 18 bulan saja.

Jika diakumulasikan, masa studi perkuliahan Fezzi dari mulai sarjana sampai dengan magister hanya menghabiskan waktu lima tahun saja yakni, Strata I selama tiga setengah tahun, dan Strata II selama satu setengah tahun.

Laki-laki kelahiran Manggar tahun 1984 tersebut saat ini sudah dikaruniai dua orang anak dan mempunyai istri seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Belitung Timur.

Selain sosok yang cerdas dengan IPK yang tinggi, Fezzi juga merupakan politisi dengan karir yang cukup gemilang.

Bagaimana tidak, setelah lulus menempuh pendidikan program magister di IPB, tanpa berbekal pengalaman yang cukup Fezzi langsung terjun ke dunia politik pada pemilu tahun 2009.

Tidak seperti kebanyakan caleg yang gagal di awal-awal karirnya, Fezzi malah langsung terpilih dan menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur.

Selama karirnya berpolitik, Fezzi sudah menjabat anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur sebanyak tiga periode, meskipun sempat gagal saat bertarung mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Fezzi Uktolseja mengatakan, tertarik terjun ke dunia politik karena latarbelakang orang tua yang merupakan seorang politisi, lebih tepatnya ayahnya adalah mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Belitung Timur selama 2004-2014. 

Saat ini jabatan Ketua DPC PDIP Kabupaten Belitung Timur itu telah diduduki oleh Fezzi Uktolseja.

"Pengaruh orang tua di politik, awalnya saya hanya ikut-ikutan orang tua saja, dulu awalnya 2009 itu kan pemilu sistem nomor urut, saya nomor 7, kata orang tua saya nomor 7 tidak mungkin dapat kan, tiba-tiba nasib berkata lain, ada keputusan MK, jadi proporsional terbuka dan terpilih," kata Fezzi Uktolseja kepada Posbelitung.co, Rabu (18/1/2023).

Selain latarbelakang orang tua yang mempengaruhi, Fezzi terjun ke dunia politik sebab ingin membangun daerah dengan tempo pencapaian yang cepat.

Menurutnya, jika terjun ke birokrasi ASN, butuh waktu puluhan tahun agar dapat menduduki jabatan yang berpengaruh untuk melakukan pembangunan daerah.

Sedangkan politik, memberikan jalan pintas dengan cara berkampanye dan mendapatkan amanah dari rakyat untuk melakukan pembangunan daerah melalu jalur lembaga legislatif.

"Sehingga apa-apa yang ingin kita lakukan seperti membantu orang dan membuat kebijakan langsung bisa kita action, kalau jalur birokrasi butuh 10-20 tahun," kata Fezzi.

Kader PDIP tersebut menyampaikan, cita-cita tertinggi seorang politisi tentu menjadi Presiden, namun ia mengaku secara realistis itu tampak terlalu tinggi sehingga hanya akan mengikuti apa yang menjadi penugasan partai.

"Cita-cita politik ya sesuai dengan penugasan partai lah, kami kan di instruksikan oleh Ketum untuk kerja, kerja, kerja, jadi tidak usah cerita ingin jadi bupati, jadi gubernur, partai yang akan memutuskan," ujarnya.

( Posbelitung.co/Sepri)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved