Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Geger Bahaya Jajanan Cikibul Buat Orang Tua di Bangka Belitung Khawatir, BPOM Ingatkan Soal Risiko

BPOM Pangkalpinang mengimbau masyarakat untuk menghindari mengonsumsi pangan olahan siap saji yang ditambahkan nitrongen cair.

Penulis: Novita CC | Editor: Novita
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Ilustrasi jajanan cikbul 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Jajanan ciki ngebul alias cikibul yang menggunakan nitrogen cair, membuat geger karena kabar jajanan tersebut menimbulkan kondisi lambung bocor pada anak yang mengonsumsinya.

Ice smoked atau ciki ngebul ( cikibul) merupakan makanan kekinian yang disiapkan dengan nitrogen cair.

Tampilan cikbul yang menarik dengan asap tipis dan suhu sangat dingin, pasti membuat siapa pun ingin mencobanya.

Ketika memakan jajanan Cikibul, pemakan dapat mengeluarkan asap dari mulutnya.

BPOM Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menghimbau kepada masyarakat, untuk menghindari mengonsumsi pangan olahan siap saji yang ditambahkan nitrogen cair.

Hal ini tentu membuat para orang tua khawatir. Apalagi sebelum imbauan tersebut keluar banyak yang sudah merasa mengonsumsi cikibul.

Seperti diakui Melni (37), warga Kota Pangkalpinang, ia tak mengetahui kini BPOM melarang jajan cikibul yang berasap tersebut.

Dia mengakui, anaknya sempat membeli jajanan dingin berasap ini di bazar UMKM.

"Kemarin itu ada beli waktu jalan sehat ada yang jualan, terus pas bazar UMKM juga beli. Karena dia berasap itu kan jadi unik sebetulnya, tapi tidak menduga kalau itu berbahaya," kata Melni kepada Bangkapos.com, Senin (16/1/2023).

Dia menyebut, setelah memakan jajanan tersebut tidak terjadi gejala sesuatu pada anaknya.

"Alhamdulillah tidak apa-apa, semoga memang tidak apa-apa," ucapnya.

Begitupun dengan Nias (38), yang juga merasa khawatir sebab jajanan Cikibul itu kini dilarang konsumsi oleh BPOM.

"Awalnya saya kepengen juga beli dan cobain, mungkin asyik kali ya makan jajanan es atau apa keluar asap, jadi sensasi yang beda, dan unik. Para bocil (bocah cilik, red) juga pernah minta belikan atau mencari jajanan tersebut, tapi karena belum ketemu jadi belum coba," tutur Nias.

Namun setelah tahu kalau itu berbahaya, dia pun jadi takut dan tidak ingin beli lagi

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved