Berita Belitung

Ketua DPRD Beltim  Inginkan Kopi Baguk dan Gading Jadi Produk Unggulan Daerah

Jika kualitas biji kopi Baguk atau Gading bagus dan memiliki brand tersendiri, tidak ada alasan untuk warkop-warkop tersebut tidak menggunakannya.

Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Tedja Pramana
posbelitung.co
Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung Timur, Fezzi Uktolseja menginginkan kopi khas Belitung Timur (Beltim) Baguk dan Gading dapat dikembangkan agar suatu saat nanti bisa menjadi produk unggulan.

Fezzi juga mendukung Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Beltim agar mendaftarkan Indikasi Geografis dan sertifikasi lainnya yang kira-kira berguna untuk mengembangkan kopi Baguk dan Gading tersebut.

"Kemarin saya ke Rakor Forkompinda se-Indonesia, Pak Jokowi itu menyampaikan jika ingin bikin slogan suatu daerah itu jangan sama, selalu ber, ber, kenapa tidak seperti kota pisang" kata Fezzi kepada Posbelitung.co, Rabu (18/1/2023).

Korelasinya, Fezzi mengatakan banyak orang yang sudah mengenal Manggar kota seribu warung kopi (warkop) yang berarti sebenarnya pasar kopi sudah ada di Kabupaten Belitung Timur.

Sepengatahuan Fezzi, selama ini warkop-warkop yang ada di Manggar tersebut semua produk biji kopinya dari luar. 

Jika kualitas biji kopi Baguk atau Gading bagus dan memiliki brand tersendiri, tidak ada alasan untuk warkop-warkop tersebut tidak menggunakannya.

"Intinya pertama adalah kita lihat dari hulunya, bibitnya itu ada atau tidak, seperti apa, lalu keluaran outputnya bagaimana, lahan untuk menanamnya bagaimana," kata Fezzi.

"Jangan sampai kita memaksa petani menanam itu tapi pasarnya tidak ada, itu kan juga kasihan petani, untuk itu harus diciptakan secara sistematis dari hulu ke hilir," lanjutnya.

Sebab baru diketahui adanya pohon kopi Baguk dan Gading ini, Fezzi menilai langkah awalnya dapat memperbanyak bibit terlebih dahulu.

"Padahal sudah lama tumbuh kan, sekarang harus dicari kan, dikembangkan, jadi dari itu harus mengembangkan produk ini, kalau sudah banyak kita bisa bikin brand, ini adalah kopi autentik Belitung Timur," kata Fezzi.

Fezzi menyampaikan, kopi Baguk dan Gading itu juga dapat memancing wisata penikmat kopi untuk datang ke Belitung Timur, sehingga orang-orang tidak hanya tahu tentang kota seribu warkopnya saja.

Menurutnya, Distangan Beltim dapat bekerjasama dengan desa untuk memanfaatkan lahan-lahan tidak terpakai agar dapat ditanami pohon kopi Baguk dan Gading.

"Kalau pasarnya jelas, tentu masyarakat pasti ingin menanam, diberikan bibitnya pasarnya jelas, pasti menanam," ujarnya.

"Selama ini kan biasanya, misal ada suatu produk disuruh nanam, tapi begitu sudah besar, pasarnya tidak ada, mau dijual ke mana?" tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved