Berita Belitung

Ada 31 Pengidap HIV/AIDS di Beltim, Setiap Tahun ada yang Meninggal

Dinas Kesehatan selalu mengingatkan kepada setiap ODHA agar teratur mengonsumsi obat yang diberikan dan melakukan periksa viral loud secara rutin.

Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Tedja Pramana
Posbelitung.co/Sepri
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Supeni didampingi oleh Penanggungjawab Program HIV/AIDS, Gunawan Setiada di Kantor Dinas Kesehatan Belitung Timur. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat ada sebanyak 31 pengidap HIV atau orang dengan HIV/AIDS ( ODHA) yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Supeni mengatakan, jumlah ODHA tertinggi ada di Kecamatan Manggar, Gantung dan Kelapa Kampit

Supeni mengatakan, semua ODHA diperlakukan seperti biasa layaknya orang sehat tanpa adanya perlakuan khusus atau diskriminasi.

Hanya saja, Dinas Kesehatan selalu mengingatkan kepada setiap ODHA agar teratur mengonsumsi obat yang diberikan dan melakukan periksa viral loud secara rutin.

"Karena salah satu yang bisa membantu mereka adalah obat-obatan yang harus selalu dikonsumsi," kata Supeni kepada Posbelitung.co, Kamis (19/1/2023).

"Kita juga kasih support kepada mereka agar jangan putus asa, karena HIV itu bukan hal yang mesti dibikin putus asa. Jadi harus tenang dan pola hidup sehat," katanya

ODHA yang tercatat oleh Dinas Kesehatan, beberapa sudah ada yang berkeluarga dan banyak didominasi oleh laki-laki.

Supeni menjelaskan, dugaan sumber penularan yang diketahui oleh dinas kesehatan, beberapa berasal dari seks bebas sejenis, pemakaian narkoba dan penularan dari ibu ke anak.

Menurutnya, jumlah angka pengidap HIV selalu berhenti di kisaran angka 30, hal tersebut disebabkan setiap tahunnya selalu ada penambahan kasus baru dan ODHA yang meninggal dunia.

"Setiap tahun ada yang meninggal dunia, dan ada penambahan kasus, stuck di angka 30," katanya.

Supeni mengimbau, untuk yang sudah terinfeksi HIV, agar stop berhubungan seks bebas dan lebih melakukan pendekatan agama serta hidup teratur dengan pola hidup bersih dan sehat.

"Untuk masyarakat luas, ini bisa dicegah, tidak melakukan perilaku menyimpang seperti seks sejenis dan narkoba, hindari seks bebas dan setialah terhadap pasangan," kata Supeni.

Penanggungjawab Program HIV Dinas Kesehatan Beltim, Gunawan Setiada menyampaikan, sebenarnya di akhir tahun 2022 ada tambahan kasus sebanyak dua orang tapi yang bersangkutan kembali ke daerah asal.

Gunawan berharap, ibu-ibu terdeteksi HIV yang sedang hamil dapat lebih kooperatif ketika dihubungi untuk pengobatan agar penularan dari ibu ke anak dapat diputuskan.

Gunawan mengungkapkan, ODHA ini ada di berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga, pekerja seksual dan golongan LGBT seperti laki-laki penyuka laki-laki.

( Posbelitung.co/Sepri)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved