Piala Super Italia
Hasil Piala Super Italia AC Milan Vs Inter Milan, Dzeko Semakin Muda
Inter Milan mempertahankan trofi Piala Super Italia tahun lalu. Hal itu menyusul kemenangan Nerazzurri atas AC Milan di Stadion King Fahd.
POSBELITUNG.CO - Inter Milan mempertahankan trofi Piala Super Italia tahun lalu.
Hal itu menyusul kemenangan Nerazzurri atas AC Milan di Stadion King Fahd, Riyadh, Kamis (19/1/2023) dini hari.
Adalah penyerang veteran Edin Dzeko yang menjadi pahlawan Inter Milan.
Dzeko mencetak satu gol, dan juga berperan dalam gol pembuka Federico Dimarco.
Pemenang Piala Dunia, Lautaro Martínez memastikan kemenangan 3-0 saat Inter mengangkat trofi pertama musim ini, sekaligus mempertahankan trofi Piala Super tahun lalu.
Dzeko akan berusia 37 tahun pada bulan Maret mendatang, namun striker asal Bosnia ini tak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Usai mencetak gol, dia pun dengan semringah bercanda, “Saya akan segera berusia 22 tahun,” ujarnya.
Dzeko yang telah mengemas sebelas gol di berbagai kompetisi musim ini, mengapresiasi performa luar biasa rekan-rekannya.
“Kami benar-benar menampilkan performa yang hebat, para pemain benar-benar luar biasa dari menit pertama hingga menit terakhir. Kami benar-benar memberikan semua yang kami miliki," ujarnya dikutip dari situs tsn.
Piala Super Italia mempertemukan juara Serie A dengan pemenang Piala Coppa Italia.
Tahun lalu, Nerazzurri memenangkannya setelah menjuarai Serie A.
Tahun ini, mereka memasuki final setelah mengangkat trofi Coppa Italia musim lalu.
Sang juara bertahan memulai laga dengan bagus setelah memimpin di menit ke-10. Džeko memainkan layoff satu sentuhan yang bagus untuk mengirimkan bola kepada Nicolò Barella, yang diteruskan ke arah Dimarco untuk membobol gawang Milan.
Menit ke-21, Dzeko kembali beraksi.
Dia menusuk ke kotak penalti dari sayap kiri, memotong melewati Sandro Tonali sebelum melakukan tendangan miring melewati kiper Ciprian Tataruanu.
Di menit ke-77, giliran Martinez yang mencetak gol. Aksi sang bomber terlalu cepat untuk dihentikan bek Fikayo Tomori, sehingga dia leluasa melepaskan tendangan melengkung untuk memastikan kemenangan Inter 3-0.
Perhatian sekarang akan kembali ke liga, di mana akan ada derby Milan lainnya pada 5 Februari.
“Ini bisa memberi kami dorongan ekstra di liga,” kata pelatih Inter Simone Inzaghi.
"Tapi malam ini kami akan menikmati trofi ini karena menang seperti ini, melawan Milan, di final, sungguh luar biasa."
Bagi Milan, kekalahan ini semakin memicu kekhawatiran.
Rossoneri justru memasuki tahun baru dengan performa burk.
Sempat mengawali dengan kemenangan atas Selernitana, setelahnya mereka menuai dua hasil imbang di liga, dan juga tersingkir dari Piala Italia.
Sang juara bertahan kini tertinggal sembilan poin di belakang pemimpin klasemen Napoli, dengan Inter dan Juventus hanya satu poin di belakang.
“Jelas bahwa kami tidak melalui periode terbaik, terutama secara mental. Kami tentu perlu berbuat lebih banyak dan berbuat lebih baik. Kami akan bergerak maju dengan satu-satunya cara yang kami tahu: Bekerja lebih baik untuk menaikkan level kami kembali, karena ini adalah kekalahan yang benar-benar menyakitkan kami,” kata pelatih Milan, Stefano Pioli. (Tribunnews/den)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230120_GRAFIS-AC-Milan-Vs-Inter-Milan.jpg)