Berita Belitung

Jumlah Atlet Belitung Tak Sinkron dengan Anggaran, KONI Akan Koordinasi dengan Cabor dan Dispora  

Kondisi ini akan berpengaruh pada mentalitas atlet, apalagi data atlet yang diberikan dari masing-masing cabang olahraga.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Sekretaris KONI Belitung Maulis Stopano saat tampil dalam Dialog Ruang Kita Pos Belitung, Jumat (20/1/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menghadapi pekan olahraga provinsi (Porprov) Bangka Belitung 2023, atlet-atlet Belitung dihadapkan permasalahan terlambatnya pelaksanaan training center (TC).

Ditambah kabar mengenai keterbatasan anggaran sehingga jumlah atlet didata KONI untuk berangkat kemungkinan akan dipangkas. 

Sekretaris KONI Kabupaten Belitung, Maulis Stopano menjelaskan, pemegang anggaran Porprov 2023 yakni dinas pemuda dan olahraga (dispora), sementara KONI sebagai pemakai anggaran yang sudah dianggarkan.

Karena dianggarkan melalui dispora, pengelolaan anggaran Porprov tak bisa fleksibel, berbeda jika melalui mekanisme hibah.  

" KONI juga memberikan data atlet yang akan bertanding di Porprov, kuotanya yang masuk yakni 275 atlet, sementara di DPA yang tergambarkan dari dispora 215 atlet," katanya saat hadir dalam Dialog Ruang Kita Pos Belitung, Jumat (20/1/2023). 

Dari anggaran yang tersedia, kemungkinan sejumlah atlet yang ikut Porprov akan dipangkas. Menurut pria yang akrab disapa Topan ini, KONI tetap akan mengakomodir seluruh kepentingan pengurus cabang olahraga. Sehingga atlet yang diikutsertakan dalam Porprov tetap mengacu pada prestasi atlet. 

Ia mengakui kondisi ini akan berpengaruh pada mentalitas atlet, apalagi data atlet yang diberikan dari masing-masing cabang olahraga pasti menginginkan yang terbaik.

Namun pemangkasan jumlah atlet yang berangkat ke Bangka Barat harus dilakukan lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki. 

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan dispora apakah ini masih bisa di utak-atik, masih bisa diubah sehingga bisa mengakumulasi data yang dikirim pengkab ke KONI. Ini berkaitan dengan kondisi psikologis atlet, memang itu beban moral bagi kami," ujarnya. 

Topan menjelaskan, pengangguran Porprov 2023 memang berbeda dibandingkan 2018 lalu yang mana anggaran persiapan Porprov dihibahkan ke KONI. Hal tersebut dikarenakan kepengurusan KONI yang baru terbentuk pada 27 Agustus 2022.

Langkah awal persiapan Porprov 2023 sebenarnya sudah diantisipasi KONI dengan berkomunikasi dengan 20 cabor pada Oktober 2022 lalu. Saat itu KONI mempertanyakan kesiapan cabor untuk menghadapi Porprov 2023.

Dari pertemuan itu memang banyak perspektif dan keluhan dari cabor yang digenjot menciptakan prestasi dengan kondisi waktu yang mepet dan tidak adanya anggaran. Namun berkat semangat juang yang tinggi, sebagian besar cabor akhirnya melaksanakan seleksi dan TC mandiri. 

Untuk 2023, Topan menjelaskan KONI Belitung sudah mengajukan proposal untuk kegiatan porprov dan rutinitas yang sudah disampaikan ke dispora, lalu dispora meneruskan ke TAPD, TAPD membahas anggaran ke DPRD. Ternyata anggaran yang diajukan tak bisa dilanjutkan. 

Jumlah anggaran yang saat itu diajukan KONI untuk Porprov 2023 yakni sebesar Rp28 miliar, lalu direvisi menjadi Rp12 miliar untuk mengakomodir 20 cabor dan 275 atlet yang sudah terdata dan dikirim cabor, belum termasuk pelatih dan official. Anggaran ini jauh dari yang disahkan pemerintah yakni Rp7,9 miliar dan diparkir ke dispora.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved