Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Angka Penduduk Miskin di Bangka Belitung 4,61 Persen, Paling Sedikit Ketiga se Indonesia

Pemerintah juga menyoroti dan ingin menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Bangka Belitung yang tercatat 1,22 persen.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Bangka Belitung, Fery Insani. 

POSELITUNG.CO, BANGKA - Angka penduduk miskin Provinsi Bangka Belitung (Babel) sekitar 4,61 persen. Pemprov Babel terus berupaya menekan angka kemiskinan di provinsi ini.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Bangka Belitung termasuk daerah yang memiliki penduduk miskin paling sedikit ketiga se-Indonesia.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Babel, Fery Insani membeberkan standar kebutuhan fisik minimum (KFM) di Bangka Belitung yang lebih tinggi dibandingkan nasional.

"Babel itu sebetulnya dengan standar KFM cukup tinggi, kebutuhan fisik minimum diangka di atas Rp800 ribu per kapita per bulan, secara nasional itu KFM sebenarnya diangka Rp535 ribu per kapita per bulan," ujar Fery, Selasa (24/1/2023).

Lebih lanjut, dia menyebutkan standar hidup di Bangka Belitung itu cukup tinggi tapi memang angka kemiskinan rendah.

"Memang dari dulu kita masuk lima besar terendah, pernah nomor satu terendah secara nasional," katanya.

Kedati begitu, pemerintah juga menyoroti dan ingin menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Bangka Belitung yang tercatat 1,22 persen.

"Kemiskinan secara umum, tapi kalau kemiskinan ekstrem, kita diangka 1,22 persen, kemiskinan ekstrem itu secara standarnya, orang itu harus membelanjakan kira-kira Rp300 ribu per bulan. Kalau tidak belanja atau di bawah itu maka masuk kemiskinan ekstrem, mungkin kelompok lansia yang tidak punya apa-apa," jelas Fery.

Dibeberkan rendahnya angka kemiskinan di Babel karena perekonomian Babel yang dinilai baik.

"Sebetulnya struktur ekonomi Bangka Belitung masih bagus, meskipun didominasi tambang tapi ada juga perkebunan, dan sektor lain yang berkembang cukup baik," katanya.

Pemerintah provinsi akan melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kemiskinan dari data BPS dan angka kemiskinan ekstrem.

"Tahun 2024, tugas kita menghilangkan angka kemiskinan ekstrem, 1,22 persen itu mau dihilangkan dengan program pemerintah. Jadi ini akan kita intervensi melalui APBD, itu wajib bagi kita mengatasi kemiskinan. Kita menekan juga angka kemiskinan yang 4,61 persen dengan intervensi anggaran," katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bangka Belitung, Budi Utama ikut menanggapi soal angka kemiskinan di Babel yang nomor ketiga terendah.

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk daerah yang memiliki penduduk miskin paling sedikit ketiga, itu karena Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sehingga masyarakatnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik dan tentunya berkolerasi terhadap pendapatan perkapita di Bangka Belitung," kata Budi.

Menurut Budi juga, sosial masyarakat Babel kebanyakan bekerja di sektor pertambangan timah dan perkebunan dimana Pulau Bangka Belitung kaya akan timah dan beberapa penduduknya memiliki perkebunan sendiri maupun keluarga, yang menompang kehidupannya.

"Walaupun masyarkatnya masuk kedalam kemiskinan yang dinamis, namun masyarakatnya dapat dengan mandiri dalam menjalankan kehidupannya dengan berkebun baik individu maupun keluarga," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved