Berita Belitung

Begini Modus AT Lucuti Perhiasan Siswa Sekolah di Belitung, Ajak Korban ke Kamar Mandi

Tersangka telah melakukan pencurian perhiasan di tiga sekolah yaitu taman kanak-kanak (TK), SDN 1 Tanjungpandan dan SDN 20 Tanjungpandan.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Khamelia
(posbelitung.co/dede s)
Kasi Humas Polres Belitung AKP Anton Sinaga menggelar konfrensi pers penangkapan tersangka pencurian perhiasan pelajar pada Rabu (25/1/2023). 

POSBELITUNG.CO -- Jajaran Polres Belitung menggelar konfrensi pers yang dipimpin Kasi Humas AKP Anton Sinaga terkait penangkapan pelaku pencurian perhiasan pelajar di beberapa sekolah pada Rabu (25/1/2023).

Wanita berinisial AT (31) itu resmi ditetapkan tersangka atas tiga laporan polisi yang dilayangkan orang tua korban.

Berdasarkan pemeriksaan, ternyata tersangka telah melakukan pencurian perhiasan di tiga sekolah yaitu taman kanak-kanak (TK), SDN 1 Tanjungpandan dan SDN 20 Tanjungpandan.

"Untuk TKP memang ada tiga sekolah dan korbannya ada lima orang. Satu korban murid TK, satu murid SDN 1 dan tiga murid SDN 20 Tanjungpandan," ujar Anton saat menggelar konfrensi pers.

Ia menjelaskan tersangka melakukan aksinya dimulai pada tanggal 18 Januari sekitar pukul 09.00 WIB di area TK wilaya Tanjungpandan.

Sedangkan untuk TKP SDN 1 dan SDN 20 Tanjungpandan dilakukan pada hari yang sama yaitu tanggal 20 Januari 2023.

Kemudian, dari hasil pencurian itu pelaku mengambil empat perhiasan emas berupa kalung dan gelang.

"Modus tersangka ini mendatangi sekolah dan mengaku dari Dinas Pendidikan. Lalu tersangka mengajak ke kamar mandi dan membujuk korban membuka perhiasan dengan alasan tidak boleh dipakai saat jam sekolah," ungkap Anton.

Berdasarkan hasil penyelidikan Tim Opsnal Satreskrim Polres Belitung, tersangka berhasil diamankan pada Selasa (24/1/2023) kemarin.

Informasi berawal dari keterangan saksi ditambah petunjuk rekaman CCTV.

Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan dan akan dikenakan Pasal 362 KHUP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

"Pengakuan tersangka, dia baru pertama kali melakukan tindak pidana pencurian. Modusnya karena masalah ekonomi, tersangka telilit hutang pinjaman dan juga arisan," kata Anton.

Hanya Bisa Pasrah

Tersangka AT hanya bisa pasrah mempertanggungjawabkan perbuatannya mencuri perhiasan milik pelajar di beberapa sekolah.

Janda berusia 31 tahun itu mengaku terlilit hutang dan kesulitan untuk melunasinya.

Sehingga dirinya secara spontan memutuskan melakukan tindak pidana yang sempat viral beberapa waktu lalu.

"Hutang semuanya sekitar Rp15 juta. Jadi spontan aja karena sudah bingung," katanya.

Saat ini AT hanya memikirkan nasib anaknya yang harus menanggung beban atas perbuatan yang dilakukannya. (posbelitung.co/dede s)

 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved