Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Jemput Bola ke Sekolah, Serahkan 72 KTP-el ke Palajar

Upaya jemput bola ini memudahkan warga khususnya pelajar dalam memperoleh dokumen kependudukan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat menyerahkan KTP-el kepada sejumlah pelajar di SMK N 1 Pangkalpinang, Rabu (25/1/2023). Setidaknya terdapat 72 pelajar yang mendapatkan KTP elektronik. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung jemput bola pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau KTP-el ke sekolah dengan target pelajar yang berusia 17 tahun.

Upaya jemput bola ini memudahkan warga khususnya pelajar dalam memperoleh dokumen kependudukan.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, pihaknya saat ini memang terus mengupayakan program jemput bola agar pelajar segera memiliki identitas kependudukan.

Ini tengah menjadi perhatian khusus dalam rangka memudahkan pelajar mengakses dokumen kependudukan.

"Ini adalah rangkaian agenda rutin saya dalam menyerahkan secara langsung KTP elektronik," kata dia kepada Bangkapos.com usai menyerahkan KTP-el kepada sejumlah pelajar di SMK N 1 Pangkalpinang, Rabu (25/1/2023).

Molen biasa dia dipanggil mengungkapkan, pelajar yang menerima KTP-el sendiri menandakan adanya peran partisipasi dan tanggung jawab.

Ini sebagaimana tertuang dalam peraturan perundang-undangan yang ada. Anak yang telah berusia 17 tahun sudah diberikan hak-hak yang lebih besar dibanding ketika masih anak-anak.

Sekaligus sudah dikenai berbagai macam kewajiban sebagai manusia dewasa warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Termasuk berproses menentukan arah kesuksesan masa depan. Semuanya harus berproses untuk menentukan ke depannya.

"Lewat KTP mereka sudah memiliki peran dalam menentukan masa depan. Bukan masa depan by nasab atau by nasib, tapi by prproses. Yakni proses dalam menentukan langkah masa depan," ungkap Molen.

Di sisi lain lanjut dia, dengan KTP yang dimiliki setiap pelajar dirinya yakin kedewasaan di dalam diri setiap pelajar akan segera timbul.

Mereka bisa memahami arti umur 17 tahun itu seperti apa, untuk dapat membedakan mana baik dan buruk. Terpenting jauhi narkoba dan pergaulan bebas.

Untuk berada di posisi saat ini, kata dia, bukan perkara instan. Melainkan ada proses yang panjang, dan perjuangan.

Hal itu ditentukan oleh diri sendiri. Jadi jika ingin mendapat hasil luar biasa, perjuangan dan usaha pun harus luar biasa.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved