Berita Belitung

Tersangka Jambret Terancam Hukuman Maksimal Lima Tahun Penjara

Sedangkan barang bukti berupa satu handphone Xiaomi Redmi 10 dan sepeda motor honda Vario hitam sudah diamankan.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Tedja Pramana
posbelitung.co/dede s
Kasi Humas Polres Belitung, AKP Anton Sinaga menggelar konfrensi pers penangkapan tersangka jambret pada Rabu (25/1/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Teguh, tersangka jambret yang berhasil diamankan warga Tanjungpandan, Kabupaten Belitung dikenakan Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Pernyataan itu disampaikan Kasi Humas Polres Belitung, AKP Anton Sinaga saat menggelar konferensi pers di Mapolres Belitung pada Rabu (25/1/2023).

Sedangkan barang bukti berupa satu handphone Xiaomi Redmi 10 dan sepeda motor honda Vario hitam sudah diamankan.

"Tersangka dikenakan Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman maksimal lima tahun penjara," kata Anton di hadapan awak media.

Ia menjelaskan kronologis kejadian berawal saat tersangka Teguh berkeliling menggunakan sepeda motornya sembari mengintai korban pada Rabu (18/1/2023) lalu sekitar pukul 10.30 WIB.

Kemudian, sekitar Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan Tanjungpandan, tersangka melihat korban seorang wanita yang menyimpan handphone di box kanan motor.

Setelah berhasil mengambil handphone menggunakan tangan kirinya, tersangka yang merupakan warga Kabupaten Belitung Timur itu langsung melarikan diri.

"Korban yang merupakan ibu rumah tangga ini mencoba mengejar tersangka sembari berteriak maling," kata Anton.

Nasib sial menimpa tersangka, saat dirinya terjatuh dari motor ketika berusaha kabur di sekitaran Jalan Swadaya di dekat Warung Kopi Janggut.

Akhirnya, tersangka diamankan warga sekitar dibantu anggota Bhabinkamtibmas dan Binpotdirga Lanud H AS Hanandjoeddin yang berada tidak jauh dari lokasi.

"Tersangka lalu diamankan anggota Polsek Tanjungpandan," katanya.

Setelah diperiksa oleh penyidik, ternyata tersangka telah melakukan perbuatan serupa sebanyak dua kali.

Tapi korban yang melaporkan kejadian tersebut hanya satu orang.

"Untuk motifnya masih masalah ekonomi karena tersangka tidak punya uang sehingga nekat melakukan tindak pidana tersebut," katanya.

Atas kejadian tersebut, Anton mengimbau kepada seluruh pengendara motor agar lebih waspada dan menyimpan barang berharga dengan aman.

Ia menyarakankan agar barang berharga yang dibawa saat berkendara sebaiknya disimpan dalam box di bawah jok motor.

"Jadi tidak memancing oknum tertentu melakukan kejahatan. Ini pelajaran bagi kita semua, semoga ke depan masyarakat lebih berhati-hati lagi," katanya.

(posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved