Berita Belitung

Transaksi Online di Masa Pandemi Meningkat 400 Persen, Ini Kata Direktur Politeknik Belitung

World Bank (2021) menyebutkan 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Tedja Pramana
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Direktur Politeknik Belitung, Hartian Ramadhan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sektor UMKM di Indonesia kerap menghadapi tantangan, khususnya terkait pendanaan dan pemasaran. Cobaan ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19.

Tercatat ada sekitar 63,9 persen UMKM yang omsetnya berkurang hingga lebih dari 30 persen.

Direktur Politeknik Belitung, Hartian Ramadhan mengatakan, berdasarkan data pada 2021 UMKM Indonesia tercatat mampu menyerap 97 persen tenaga kerja, menyumbang 60,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta berkontribusi 14,4 persen terhadap ekspor nasional.

"Tentu kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan bagi perekonomian Indonesia.┬áNamun, blessing in disguise di balik tren ekonomi yang negatif, situasi pandemi ternyata justru ikut meningkatkan jumlah transaksi online," kata Hartian Ramadhan kepada Posbelitung.co, Rabu (25/1/2023).

Menurut Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominfo, jumlah transaksi online di masa pandemi mengalami peningkatan hingga 400 persen.

World Bank (2021) menyebutkan 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik.

Dikatakan Hartian Ramadhan, saat ini perkembangan UMKM tercatat lebih dari 65 juta UMKM yang tersebar di Indonesia. Pada 2016, tercatat ada 61,7 juta UMKM di Indonesia dengan jumlah yang terus meningkat hingga tahun 2021, jumlah UMKM mencapai 65,46 juta.

1. Go Online

Menurutnya, agar bisa bersaing dengan usaha yang berskala lebih besar, para penggiat UMKM dapat mengasah skill pemasaran online mereka. Karena, eksekusi pemasaran online yang tepat dapat mendorong perkembangan usaha dalam jangka panjang.

"Masalah lain yang kerap membuat pemilik UMKM mengurungkan niat untuk go online adalah ketidaksiapan dari segi wawasan dan infrastruktur," katanya.

Menjawab permasalahan ini, pemerintah berinisiatif melakukan perluasan akses infrastruktur digital dengan menyediakan layanan internet di 12.500 titik desa dan area publik.

"Tidak hanya itu, pemerintah juga memberi bantuan pelatihan via website www.edukukm.id. Website ini menyediakan berbagai kursus online terkait koperasi dan bisnis online yang bisa diakses secara gratis oleh siapa saja, khususnya para pengusaha," katanya.

2. Market range

Menurutnya, berdasarkan data dari Katadata Insight Center (KIC), mayoritas UMKM yakni 81,6 persen hanya menjangkau sebatas lingkungan sekitar mereka saja.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait :#Berita Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved