Berita Belitung Timur
Begini Kata Kepala DLH Soal Kemunculan Roni Si Buaya Dermaga Lenggang Belitung Timur
Kemunculan Roni Si Buaya Viral di dermaga nelayan Desa Lenggang, Beltim, diduga ada kaitannya dengan kerusakan lingkungan, terutama pada habitatnya.
Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kemunculan Roni Si Buaya Viral di dermaga nelayan Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diduga ada kaitannya dengan kerusakan lingkungan, terutama pada habitatnya seperti sungai dan rawa-rawa.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur, Novis Ezuar, fenomena kemunculan buaya-buaya yang lebih banyak berinteraksi dengan manusia ini, sebenarnya erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan.
Semakin banyak kerusakan pada sungai dan rawa-rawa yang menjadi habitat buaya, maka membuat hewan predator tersebut akan semakin sulit mencari makan.
"Istilahnya, sarang mereka menjadi hancur, mereka mau tidak mau harus berpindah atau mencari makan di tempat yang memang banyak aktivitas manusianya," kata Novis, Kamis (9/2/2023).
Apalagi buaya-buaya itu sudah sering menerima makanan atau diberi makan oleh manusia, maka setiap hari pasti akan datang lagi.
"Sama dengan hewan-hewan yang lain lah, ayam, anjing, kalau sudah dikasih makan setiap hari pasti mereka datang. Tapi sebenarnya ini menurut saya, fenomena kerusakan lingkungan di Beltim," tuturnya.
Ezuar menilai, kalau memang lingkungan dalam kondisi baik seperti 20 atau 30 tahun yang lalu, meskipun ada interaksi antara buaya dan manusia, tapi jarang sampai ada yang memakan korban jiwa.
"Saya tidak bisa pastikan apakah jumlah hewannya yang tambah banyak atau habitatnya yang berkurang, artinya tempat mereka hidup semakin kecil," jelasnya.
Semakin kecil habitat buaya, mau tidak mau hewan buas itu harus merambah ke mana-mana untuk bertahan hidup. Kemungkinan juga peristiwa banjir tahun 2017 lalu menjadi salah satu penyebab buaya semakin menyebar.
"Terkait kewenangan terhadap hewan yang dilindungi ini, sebenarnya bukan ada di DLH, jadi itu ada yang namanya BKSDA. Jadi kami pun di sini kalau ada konflik terkait buaya tadi, kami akan berkoordinasi dengan BKSDA di Tanjungpandan," kata Novis. (Posbelitung.co/Sepri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230209-Kepala-Dinas-Lingkungan-Hidup-Kabupaten-Belitung-Timur-Novis-Ezuar.jpg)