Berita Bangka

DWP IAIN SAS Talkshow Menyikapi Kasus Penculikan Anak, Gelar Talkshow

DWP Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang diinisiasi oleh bidang sosial budaya melakukan talkshow.

Penulis: Rusaidah |
Istimewa/Dok. IAIN SAS Babel
DWP Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melakukan talkshow. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Menyikapi kasus penculikan anak, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang diinisiasi oleh bidang sosial budaya melakukan talkshow dengan tema 'Penculikan Anak dari Kacamata Psikolog', bertempat di Gedung Terpadu IAIN SAS Babel.

Dalam sambutannya, Ketua DWP IAIN SAS Babel, Arnila Irawan menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang berasal dari Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), organisasi mahasiswa serta ibu penggerak PKK sehingga talkshow ini bisa berjalan dengan lancar.

"Semoga dengan adanya kegiatan talkshow seperti ini, masyarakat tetap memperhatikan lingkungan yang ramah anak dalam upaya pencegahan penculikan anak yang sedang marak terjadi," sebut Arnila dalam rilis kepada Bangka Pos Group, Selasa (28/2).

Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Irawan menambahkan, berita yang tersebar di berbagai media memberikan dampak keresahan bagi para orang tua, terlepas hal tersebut sudah dipastikan kebenarannya atau belum.

Irawan juga berharap, para peserta talkshow dapat memberikan informasi valid terkait isu yang berkembang di masyarakat, tidak hanya sekadar hoaks serta peserta bisa memahami kasus ini secara mendalam dari perspektif psikolog.

"Peran orang tua untuk melindungi jangan menjadikannya penghambat bagi tumbuh kembang anak, jangan sampai anak kehilangan hal untuk bermain karena kekhawatiran orang tua terhadap kasus penculikan. Rumah menjadi tameng pertama agar terhindar dari penculikan," jelasnya.

Hal tersebut selaras dengan yang dikatakan oleh narasumber Primalita Distina selaku Dosen IAIN SAS Bangka Belitung sekaligus Praktisi Psikolog menyebutkan, tangkal hoaks dengan melakukan cross check.

"Banyak motif yang melatarbelakangi terjadinya penculikan anak dalam masyarakat, seperti faktor ekonomi yang menjadikan mereka pengemis di jalanan, perdagangan anak hingga penjualan organ tubuh anak," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri 80 peserta yang berasal dari anggota IGRA Provinsi Babel, kabupaten/kota hingga para Organisasi Mahasiswa (Ormawa) IAIN SAS Bangka Belitung. (*/t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved