Ramadhan 2023
Hindari Konsumsi Gorengan saat Berbuka Puasa, Ini Penjelasan Ahli Gizi
Meski digemari banyak orang, konsumsi gorengan terutama saat berbuka puasa perlu diperhatikan.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Kamri
POSBELITUNG.CO - Selain makanan-makanan segar dan manis seperti takjil, gorengan juga menjadi opsi favorit untuk menu berbuka puasa bagi banyak orang.
Kelezatan gorengan membuat banyak orang lupa akan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
Meski digemari banyak orang, konsumsi gorengan terutama saat berbuka puasa perlu diperhatikan.
Dosen Jurusan DIII Gizi Poltekes Kemenkes Pangkalpinang Karina Dwi Handini menyebut, konsumsi gorengan saat berbuka puasa, tidak berbahaya, hanya saja sebaiknya dihindari.
Ini karena walaupun terasa enak, proses pengolahan gorengan dinilai kurang menyehatkan.
Hal ini sudah dibuktikan dalam beberapa penilitian.
"Yang namanya gorengan kan biasanya ada adonan tepung dan digoreng dengan metode deep friying atau minyak panas yang banyak. Dari proses pemanasan minyaknya ini sudah menghasilkan lemak jahat," sebut Karina kepada Bangkapos.com, Jumat (7/4/2023).
Apalagi, minyak yang digunakan untuk menggoreng sudah dipakai berulang kali yang dapat menghasilkan zat karsinogenik pemicu kanker.
"Untuk kandungan zat gizi, gorengan mengandung zat gizi karbohidrat dan lemak yang tinggi. Nah, apabila digunakan untuk berbuka, gorengan ini kurang baik. Karena, setelah berpuasa, tubuh perlu asupan yang mudah dicerna dan diserap untuk mengganti energi yang hilang setelah seharian berpuasa," jelasnya.
Sedangkan untuk gorengan, jelas Karina, tubuh perlu waktu dan energi untuk memecah karbohidrat dan lemak yang terkandung di dalamnya.
Sehingga, tidak dapat mengganti energi tubuh dengan cepat.
"Kalau memang masih mau mengkonsumsi gorengan, konsumsilah setelah berbuka puasa dengan makanan pembuka seperti kurma, susu, madu, atau makanan dan minuman lain yang mengandung glukosa," jelasnya.
Selain itu, hal terpenting yang perlu diperhatikan minyak yang digunakan untuk menggoreng.
Gunakan minyak yang baru atau minyak bekas maksimal setelah 1x penggunaan.
"Karena gorengan ini tinggi karbohidrat dan lemak, maka jika dikonsumsi berlebihan akan meningkatkan risiko obesitas. Seperti yang kita tau, penderita obesitas rentan dengan penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung," ujarnya.
Dia menambahkan, menu berbuka puasa yang baik sebetulnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu buah kurma.
Dan setelah diteliti, buah kurma mengandung gula yang tinggi berupa fruktosa dan glukosa yang berfungsi mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa.
Kurma juga dapat diganti dengan buah-buah-buahan yang lain. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/gorengan-menu-takjil-untuk-buka-puasa-yang-jadi-favorit-banyak-orang.jpg)