Berita Pangkalpinang
Otak-otak Diwacanakan Jadi Milik Pangkalpinang
otak-otak dari Pangkalpinang memiliki ciri khas, terutama sambalnya yang beragam, mulai dari sambal tauco, sambal terasi, sambal belacan.
Penulis: Suhendri CC |
POSBELITUNG.CO, PANGKALPINANG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mewacanakan penetapan otak-otak menjadi milik Kota Pangkalpinang. Wacana ini muncul setelah Kemenparekraf melakukan uji petik program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), 10-13 April 2023.
"Ditetapkannya otak-otak menjadi makanan milik Kota Pangkalpinang ini setelah dilakukan beberapa tahapan, terutama setelah menerima sekitar 200 borang dalam uji petik yang dilakukan terhadap pelaku ekonomi kreatif, terutama pada subsektor kuliner, kriya, dan seni pertunjukan," kata Ketua Tim PMK3I Kemenparekraf, Ramalis Sobandi, Kamis (13/4/2023).
"Terlebih dengan menguji sampel dari hulu ke hilir, mulai dari pasar itu apakah ada bahan bakunya cukup, apa yang unik dan sebagainya. Jadi yang kita tonjolkan sebagai khas Pangkalpinang, yakni dari subsektor kuliner," ujarnya.
Ramalis lantas menjelaskan alasan akan ditetapkannya makanan yang dibuat dari ikan dan sebagainya dicampur dengan bumbu tersebut menjadi milik Pangkalpinang. Dia menyebutkan, sejak abad ke-7, otak-otak dipopulerkan oleh masyarakat China, kemudian dipopulerkan ke daerah lain di Indonesia. Tak hanya itu, otak-otak juga tersebar di seluruh Asia Tenggara.
Namun, lanjut Ramalis, otak-otak dari Pangkalpinang memiliki ciri khas, terutama sambalnya yang beragam, mulai dari sambal tauco, sambal terasi, sambal belacan, sambal asam manis, sambal mangga kuweni, dan sambal buah binjai. Hal itu menjadi faktor pendukung mengapa otak-otak bakal dijadikan makanan milik Pangkalpinang.
"Apa bedanya otak-otak Pangkalpinang, ternyata ada pada sambalnya. Jadi sekarang usaha kita bersama adalah menjadikan otak-otak dari Pangkalpinang karena otak-otak itu ada di seluruh Asia Tenggara," kata Ramalis.
Lebih lanjut, Ramalis menyebutkan, otak-otak merupakan suatu bentuk kebudayaan yang memiliki banyak historis. Ia menegaskan, jangan sampai dengan akan ditetapkannya otak-otak milik Kota Pangkalpinang menjadi ajang perpecahan.
"Karena sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga keberagaman kebudayaan. Sudah semestinya dapat bekerja sama untuk menjadikan otak-otak menjadi milik Kota Pangkalpinang," ujar Ramalis.
Karena itu, sebelum menetapkan otak-otak menjadi milik ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, pihaknya masih akan melihat langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang, mulai dari wajib menyediakan otak-otak sebagai jamuan dalam pertemuan di pemerintahan. Dengan catatan, otak-otak yang dijadikan jamuan harus adil, tidak boleh berdasarkan satu merek tertentu.
"Kalau bisa setiap kecamatan dan kelurahan mau punya otak-otak ciri khasnya. Kami juga meminta inovasi otak-otak di Pangkalpinang yang terbaik, bukan hanya dibuat oleh ibu-ibu saja, tetapi juga anak sekolah. Karena mereka adalah generasi ke depan ini supaya keberlangsungan otak-otak terus terjaga," tutur Ramalis.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan tenggat waktu selama satu tahun kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menjadikan otak-otak milik daerah tersebut. Caranya dengan melakukan inovasi dalam pengolahan otak-otak yang diharapkan mampu membedakan dengan daerah lainnya.
"Bisa dengan melakukan kompetisi otak-otak dengan mengundang para ahli, terutama paham akan substansi bagaimana cara membuat dan resepnya. Hal ini untuk menghasilkan otak-otak paling terbaik dari yang terbaik di Kota Pangkalpinang," kata Ramalis.
Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Susi Erawati, menyebut, Pangkalpinang merupakan kota ke-74 yang dikunjungi Tim PMK3I untuk dilakukan uji petik dari seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif di Pangkalpinang. Tim tersebut akan menilai subsektor yang dapat dijadikan subsektor unggulan yang nantinya akan menjadi lokomotif untuk mengangkat subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Kegiatan uji petik sendiri dimulai dari pengisian borang yang kemudian dilakukan kunjungan lapangan untuk dilakukan penilaian oleh Tim PMK3I. "Alhamdulillah, baru saja hari ini kami selesai melaksanakan Uji Petik KaTa (Kabupaten Kota) Kreatif yang merupakan Program unggulan dari Kemenparekraf," kata Susi, Kamis (13/4/2023).
"Hasil uji petik dan FGD yang telah dilakukan menempatkan subsektor kuliner sebagai subsektor unggulan, dengan branding produknya yaitu otak-otak. Diharapkan akan menjadi ikon kuliner Kota Pangkalpinang serta dapat menjadi city branding agar lebih dikenal baik di level nasional maupun internasional," tuturnya. (u1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230413_Asisten-Administrasi-Umum-Pangkalpinang-Agus-Fendi-memberikan-otak-otak.jpg)