advertorial

Ulang Tahun ke-8 Kelenteng Pet Ti Ya, Umat Sembahyang Bersama, Barongsai dan Tatung

Tradisi Tatung berfungsi sebagai ritual pencucian jalan agar bersih dari segala roh jahat yang mendatang sial di seluruh kota.

Tayang:
Posbelitung.co/tedja pramana
Suhu Reyhan tengah memanjatkan doa bersama umat di peringatan ulang tahun ke-8 Ketenteng Pet Ti Ya Gunung Payung, Tanjungpandan, Sabtu (22/4/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Umat Konghucu sembahyang bersama memperingati ulang tahun ke-8 Kelenteng Pet Ti Ya Gunung Payung, Tanjungpandan, Sabtu (22/4/2023).

Peringatan ulang tahun kelenteng yang direnovasi tahun 2014 lalu ini, ditandai dengan atraksi Barongsai dimulai pukul 09.00 WIB serta ritual Tatung oleh Suhu Reyhan pada pukul 19.00 WIB malam.

Tatung merupakan orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Pemanggilan roh dewa atau leluhur itu dilakukan dengan menggunakan mantra dan mudra tertentu.

Dalam ritual Tatung oleh Suhu Reyhan ini mempertontonkan atraksi menusuk-nusuk lidah dengan jarum. Dibantu dua orang lainnya mengoleskan darah yang keluar luka di lidah ke kertas kuning.

Tradisi Tatung berfungsi sebagai ritual pencucian jalan agar bersih dari segala roh jahat yang mendatangkan sial di seluruh kota.

“Malam ini dalam rangka hari ulang tahun Kelenteng Pet Ti Ya, sekalian kita ada suhu baru. Dulu ada suhu yang bisa masuk Pet Ti Ya, sekarang ada penggantinya Suhu Reyhan,” kata ketua panitia peringatan ulang tahun Kelenteng Pet Ti Ya, Hendra Wijaya kepada Posbelitung.co, Sabtu (22/4/2023) malam.

Kata hendra, pada peringatan haru ulang tahun kelenteng yang jatuh tanggal 22 Aril 2023 ini diisi dengan acara sembahyang bersama, atraksi barongsai serta Tatung.

“Saat ini ultah ke-8 sejak kelenteng di renovasi tahun 2014. Pertama kalinya ultah dirayakan tahun 2015, itu ultah pertama setelah selesai direnovasi. Hari ini kumpulan lebih ramai, ultah dirayakan satu hari dari pagi sampai malam. Barongsai pukul 09.00 WIB dan sembahyang sampai hari ini,” kata Hendra Wijaya.

Dikatakan Hendra Wijaya, atraksi Tatung yang dilakukan adalah roh Dewa Pet Ti Ya masuk ke raga Suhu Reyhan. Yang mendoakan untuk umatnya agar usaha lancar, dilindungi, sehat-sehat.

“Suhu Reyhan baru empat bulan di sini. Untuk sekarang baru suhu Reyhan yang Pet Ti Ya bisa masuk ke raganya. Belum tahu pasti ia akan tetap di sini atau tidak,” kata Hendra Wijaya.

Menurut Hendra, jumlah umat Kelenteng Pet Ti Ya ada sekitar 100-an. Bila hari-hari biasa ada juga yang datang sembahyang. Namun pada harii ultah, lebih ramai umat yang datang sembehyang ke Kelenteng Pet Ti Ya Gunung Payung.

(adv/tedja pramana)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved