Berita Belitung Timur

Kehamilan Remaja di Belitung Timur Tinggi, Psikolog Ungkap Dua Penyebab Utama Ini

Dinas Kesehatan dan PPKB Belitung Timur mencatat ada 126 anak-anak usia di bawah 19 tahun mengalami kehamilan pada tahun 2022.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Honeyriko
Ilustrasi hamil 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Kesehatan dan PPKB Belitung Timur mencatat ada 126 anak-anak usia di bawah 19 tahun mengalami kehamilan pada tahun 2022.

Angka tersebut hampir 50 persen disumbang oleh Kecamatan Gantung 61 anak, diikuti Manggar dan Dendang dengan masing-masing 17 dan 15 anak.

Melihat fenomena ini, perlu ditelisik dari sisi psikologis. Apakah ada faktor x yang menyebabkan kenakalan remaja ini merebak pesat di Belitung Timur.

Baca juga: Puluhan Anak-anak di Belitung Timur Hamil di Luar Nikah, Burhanudin: Masyarakat Harus Berperan Aktif

Psikolog di Dinas Kesehatan dan PPKB Belitung Timur, Heni Puspitasari mengungkapkan, ada beberapa penyebab utama dari maraknya kenakalan remaja, khususnya kehamilan pada anak-anak.

Psikolog di Dinkes-PPKB Belitung Timur, Heni Puspitasari
Psikolog di Dinkes-PPKB Belitung Timur, Heni Puspitasari (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

"Salah satunya yaitu adanya perkembangan teknologi yang pesat. Teknologi di sini, yaitu akses anak-anak terhadap informasi apapun bisa dengan mudah didapat hanya dari genggaman mereka," kata Heni belum lama ini.

Pesatnya perkembangan teknologi ini, harus diikuti dengan literasi digital yang baik. Karena kalau tidak ada literasi digital yang baik, anak-anak bisa mengalami tsunami informasi yang tidak terkontrol.

"Pendampingan saat mereka bermain hape itu penting. Ajak ngobrol lebih baik daripada dikasih hape," lanjutnya.

Selain itu, kata Heni, pola asuh juga jadi penyebab anak-anak bisa melenceng dari pergaulan normalnya.

Dia menekankan, baik ibu maupun ayah, keduanya harus mengasuh anak. Bahkan menurutnya, figur ayah sangat berkontribusi atas tumbuh kembang anak.

Setiap anak, terutama perempuan, butuh validasi. Mereka ingin mendapat penerimaan, penghargaan, dan pujian dari orang tuanya.

"Kalau mereka tidak mendapatkannya di keluarga, mereka akan mencari validasi itu ke luar. Yang mana kita belum tahu validasi seperti apa yang akan mereka dapatkan di luar," kata Heni.

Dia menyarankan kepada seluruh orang tua di Belitung Timur agar melakukan pendekatan yang baik kepada anak-anaknya.

Orang tua harus paham bagaimana mengasuh anak lelaki dan perempuan karena perlakuan atas keduanya berbeda.

"Maka dari itu, syarat jadi orang tua yakni harus cukup umur, sehingga sudah bisa memikirkan hal-hal yang baik dan tidak baik untuk anak mereka nantinya, termasuk soal kecukupan gizi dan nutrisinya," jelasnya. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved