Berita Belitung

Pengaspalan Jalan Selat Nasik-Pasir Panjang Segera Dilakukan, Mobilisasi Peralatan Pakai Kapal Roro

Pembangunan akses jalan Selat Nasik-Pantai Pasir Panjang melalui dana inpres (instruksi presiden) jalan daerah bakal dilakukan pada 2023 ini.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung, Sahani Saleh, saat memberikan sambutan di sebuah acara. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pembangunan akses jalan Selat Nasik-Pantai Pasir Panjang melalui dana inpres (instruksi presiden) jalan daerah bakal dilakukan pada 2023 ini.

Sejumlah persiapan dilakukan melalui koordinasi pihak terkait. Terutama soal mobilisasi peralatan pengaspalan jalan menuju ke Pulau Mendanau, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Selatan.

Setelah rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Bangka Belitung serta Dinas PUPR Kabupaten Belitung,

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, mobilisasi peralatan akan menggunakan kapal roro dari Tanjung Ru ke Tanjung Nyato.

"Teknis mobilisasi menggunakan kapal roro lebih efisien. Kalau carter (kapal roro) Rp25 juta sekali jalan. Ini masih coba dinegosiasi agar bisa menekan biaya," kata lelaki yang akrab disapa Sanem ini, Rabu (31/5/2023).

Menurut Sanem, jika menggunakan kapal roro kemudian melalui Pelabuhan Tanjung Nyato, memang ada risiko jalan yang dilewati nanti rusak.

Namun kerusakan jalan tersebut bisa diperbaiki melalui konversi dari biaya mobilisasi.

Sementara mobilisasi menggunakan cara lama, yakni menggunakan kapal tongkang, diperkirakan mampu menelan biaya sampai Rp5 miliar selama proyek berjalan.

Biaya tersebut tidak termasuk mobilisasi pelabuhan, serta risikonya besar karena melewati alur Tanjung Kucing.

Sedangkan kalau melewati jalur Selat Nasik, banyak karang sehingga kapal rentan sangkut.

Keputusan mobilisasi menggunakan kapal roro, lanjutnya, juga karena aspal tidak bisa lebih dari 8 jam.

Jika melalui Pelabuhan Tanjung Nyato, saat aspal dibawa dari peralatan produksi campuran beraspal panas atau Asphalt Mixing Plant (AMP), lalu masuk kapal, hingga tiba di lokasi pembangunan jalan Inpres, hanya memakan waktu 2,5 hingga 3 jam.

Pembangunan jalan tersebut, lanjutnya, menjadi infrastruktur yang dibutuhkan dalam mengembangkan wilayah kepulauan.

Apalagi Kecamatan Selat Nasik sudah menjadi kawasan prioritas pembangunan pedesaan nasional dengan arah pengembangan marine agro tourism.

"Pengembangan potensi kelautan akan menjadi kawasan strategis perikanan dan pariwisata. Lalu untuk marine agro memfokuskan lada organik karena di sana tidak tercemar tambang. Ini akan mempermudah akses serta mendukung pengembangan sebagai kawasan pilot project green economy dan blue economy," jelas Bupati Belitung dua periode ini.

Ia menyebut, pembangunan infrastruktur jalan tersebut juga melengkapi pembangunan yang dilakukan untuk pengembangan wilayah di Kecamatan Selat Nasik.

Selain infrastruktur jalan, pemenuhan kelistrikan dan air bersih juga telah dilakukan di daerah tersebut.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved