Berita Bangka Selatan

Pelabuhan Tanjung Gading Dibangun Sejak 2014, Namun Belum Bisa Dioperasikan

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Zamroni mengatakan, Pelabuhan Tanjung Gading ini dibangun sejak 2014 lalu.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto |
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Zamroni. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA – Setelah dilakukan sejumlah penambahan fasilitas, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung bakal segera mengoperasi Pelabuhan Tanjung Gading, Desa Penutuk, Kecamatan Lepar Pongok.

Ditargetkan pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi paling lama awal tahun 2024 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Zamroni mengatakan, Pelabuhan Tanjung Gading ini dibangun sejak 2014 lalu.

Akan tetapi sampai saat ini belum bisa beroperasi. Hal ini dikarenakan belum terpenuhinya kriteria yang ditetapkan. Sehingga perlu pembenahan fasilitas yang lain.

“Rencana operasi target kami akan mengusahakan di tahun ini. Tapi kami masih lihat perkembangannya, paling lambat di awal 2024 itu sudah bisa berjalan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (12/6/2023).

Zamroni berujar, Pelabuhan Tanjung Gading cukup strategis untuk melayani penumpang antarpulau. Terutama Penutuk, Lepar Pongok, Labu, Tukak, dan beberapa pulau lainnya yang ada di Kabupaten Bangka Selatan. Tak hanya itu, antusiasme masyarakat akan beroperasinya pelabuhan itu juga cukup tinggi.

Pengoperasian Pelabuhan Tanjung Gading dipastikan akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di mana pelabuhan itu akan melayani pengangkutan penumpang maupun logistik. Sehingga dalam waktu dekat kendaraan roda empat maupun lebih dapat langsung menuju ke Pulau Lepar. Pasalnya sudah terdapat beberapa armada angkutan laut yang disediakan.

“Pelabuhan ini untuk menutupi pengangkutan penumpang, maupun pengangkutan logistik dari kabupaten yang ada di Bangka Selatan maupun kabupaten lain ke Kecamatan Lepar,” jelas Zamroni.

Tak hanya itu lanjut dia, saat ini Sudah terdapat beberapa fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Mulai dari perluasan area parkir, kantor pelabuhan beserta perlengkapannya. Lalu sarana air bersih maupun listriknya. Ini untuk menunjang beroperasinya pelabuhan tersebut.

Selain itu sejauh ini belum ada aktivitas di pelabuhan itu. Hanya saja telah digunakan sebagai tambat labuh para nelayan desa setempat. Kalaupun ada aktivitas namun bukan di pelabuhan itu hanya di sekitarnya. Nantinya pelabuhan itu baru akan melayani satu rute saja. Dari Pelabuhan Tanjung Sadai – Pelabuhan Tanjung Gading maupun sebaliknya. Dengan satu armada laut yang beroperasi setiap harinya. Yakni KMP Korari.

“Kita harapkan fasilitas pendukung yang disediakan pemerintah juga sudah tersedia. Nantinya ada satu armada yang melayani penyebrangan, yakni KMP Korari,” ujarnya.

Meskipun demikian kata Zamroni, sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait akan segera beroperasinya Pelabuhan Tanjung Gading kepada masyarakat setempat. Begitu pula dengan rencana tarif yang bakal ditetapkan untuk pelayaran juga masih dibahas. Menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

“Kami akan menyegerakan beroperasinya rute penyeberangan perintis dari Sadai ke Tanjung Gading. Tahap pertama kami sudah melakukan sosialisasi dengan perwakilan masyarakat terkait nanti besaran tarif yang akan ditetapkan oleh pemerintah daerah,” pungkas Zamroni. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved