Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Bangun Jalan Usaha Tani di 18 Titik
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mengoptimalkan hasil pertanian
Penulis: Cepi Marlianto |
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mengoptimalkan hasil pertanian di daerah itu.
Caranya dengan membangun jalan usaha tani (JUT) untuk mendukung optimalisasi pengelolaan pertanian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP), Risvandika berujar, pembangunan JUT itu akan difokuskan di Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar.
Dengan fokus 18 titik yang dibangun, terbagi di lima wilayah pertanian di desa itu.
Dengan adanya JUT ini maka bertambah lancarnya mobilitas alat mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi pertanian dan hasil produksi pertanian dari dan ke lahan pertanian.
“Pembangunan JUT ini untuk masyarakat di pertanian tersebut. Terutama untuk menuju akses pertaniannya,” ujar Risvandika kepada Bangkapos.com, Selasa (4/7/2023).
Risvandika memaparkan, tujuan dari pembangunan JUT adalah untuk terbangun atau terehabilitasinya jalan pertanian baru yang sesuai dengan standar. Terlebih yang telah ditentukan di kawasan peruntukan pertanian. Yakni, meliputi kawasan budi daya tanaman pangan, kawasan budi daya perkebunan, kawasan budi daya hortikultura.
Tak hanya itu, pembangunan JUT ini bukan hanya fokus pada satu lahan hamparan pertanian di Desa Tanjung Sangkar. Namun juga tersebar di beberapa wilayah lain di sekitar desa itu. Untuk luas pertanian di daerah itu sendiri mencapai sekitar 360 hektare.
“Luas pertanian Desa Tanjung Sangka ini sekitar 360 hektar yang terbagi dalam lima titik untuk di bangun JUT. Jadi tidak langsung satu hamparan yang di bangun,” papar dia.
Di sisi lain sambungnya, pembangunan JUT ini menggunakan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023, nominalnya berjumlah Rp150 juta. Jalan usaha tani yang akan dibangun tidak hanya menuju areal persawahan. Akan tetapi juga perkebunan yang selama ini menjadi sentra produksi tanaman pangan.
Mengenai panjang jalan usaha tani, menurut dia, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Terkait kondisi jalan menuju sentra produksi, saat ini masih banyak yang rusak dan sulit dilalui kendaraan roda tiga dan empat. Sebelum jalan usaha tani dibangun masyarakat terlebih dahulu harus menyiapkan badan jalan, jadi ketika anggaran turun tinggal dilakukan pembangunan.
Lahan yang ditetapkan sebagai calon lokasi harus memenuhi persyaratan. Di antaranya clear dan clean, lahan bersedia tidak dialihfungsikan dengan membuat surat pernyataan. Lalu status lahan jelas serta tersedia petani penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan
“Untuk yang mendapatkan bantuan JUT ini adalah gabungan kelompok tani Tanjung Berkembang. Jadi ini akan kita optimalkan,” sebutnya.
Kendati demikian kata Risvandika, dalam bantuan ini tidak hanya untuk pembangunan jalan saja, bisa juga pemasangan plat duiker, pembukaan jalan baru atau membuat parit. Oleh karena itu, pihaknya berharap bisa pertanian di Bangka Selatan dapat berkembang. Dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada di setiap desa.
“Semoga pembangunan ini bisa berjalan lancar, serta bisa membantu para petani untuk mempermudah akses menuju lokasi pertaniannya,” pungkas Risvandika.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230603-Plt-Kepala-Dinas-Pertanian-Perikanan-dan-Pangan-Bangka-Selatan-Risvandika.jpg)