Berita Belitung

Produk UMKM di Belitung Timur Dinilai Sudah Menarik, PLUT KUKM: Tapi Masih Perlu Pendampingan

Pimpinan PLUT KUKM Belitung, Fita Elyana menilai produk-produk hasil UMKM di Belitung Timur sebenarnya sudah menarik.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Konsultan PLUT KUKM Belitung saat memberikan materi kepada 40 pelaku UMKM di Belitung Timur, Rabu (2/8/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pimpinan PLUT KUKM Belitung, Fita Elyana menilai produk-produk hasil UMKM di Belitung Timur sebenarnya sudah menarik dan tidak kalah dengan produk UMKM di Belitung.

Menurutnya produk dari Belitung Timur punya keunikan sendiri.

"Kita sering ada pameran bareng. Dan saya lihat banyak juga produk yang unik dari Beltim, seperti minyak serai, batik-batiknya, termasuk olahan keripik sukun asal Beltim itu yang terbaik. Secara umum tidak kalah sama Belitung," kata Fita kepada Posbelitung.co saat ditemui di sela pelatihan pemasaran produk lokal berbasis digital di ruang pertemuan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Belitung Timur, Rabu (2/8/2023).

Meski demikian, Fita menyebut produk-produk UMKM di Beltim kurang dipoles dari segi kemasan (packaging), pemasaran, jangkauan produk, hingga ke kenaikan omzetnya.

Menurutnya hal-hal itu perlu ditingkatkan supaya UMKM di Beltim bisa bersaing lebih jauh di persaingan saat ini.

"Kita di PLUT KUKM Belitung juga bisa melakukan pendampingan bagi para pelaku UMKM di Beltim. Mulai dari desain, packaging biar eye catching, membantu pemasaran, sampai ke rebranding produk jika diperlukan. Semuanya gratis dan akan didampingi oleh konsultan-konsultan kami," jelasnya.

Ia ingin semua produk UMKM yang bernilai tinggi bisa maju bersama, baik di Belitung maupun di Belitung Timur.

Dia berpesan kepada para pelaku UMKM agar selalu adaptif dengan perubahan dan mau belajar hal-hal baru.

Dia tidak ingin melihat UMKM yang beberapa waktu awal sudah maju terus hanya puas sampai di situ saja.

Fita juga mengingatkan agar antar UMKM harus saling berkolaborasi dan berbagi ilmu supaya semuanya bisa maju bersama.

"Kita harus punya kreativitas yang tinggi supaya bisa bersaing. Harus pro aktif juga ke dinas yang mengayomi supaya tau ada program atau kegiatan apa supaya pasar kita makin luas. Jangan malah berprasangka macam-macam ke dinas, jangan menunggu, tapi harus aktif jemput bola," kata Fita.

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved