Berita Belitung

Kisah Ketua DPRD Ansori, Dulunya Petugas Sensus dan MC Dangdut Keliling

Perjalanan hidup tak pernah ada yang tahu. Sampai saat ini, Ansori tak pernah membayangkan garis tangan membawanya menjadi pimpinan tertinggi di DPRD.

Penulis: Rusaidah |
posbelitung.co
Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori. (Posbelitung.co/Dede S)   

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dulunya suara Ansori menggema kala menjadi pembawa acara dangdut keliling. Belasan tahun setelahnya, suaranya terdengar di tengah-tengah ruang rapat paripurna DPRD Belitung.

Perjalanan hidup tak pernah ada yang tahu. Sampai saat ini, Ansori tak pernah membayangkan garis tangan membawanya menjadi pimpinan tertinggi di DPRD Belitung.

"Tidak pernah terpikir. Tiba-tiba saat itu SK dari DPP turun, keluar nama aku dari tiga nama yang direkomendasikan DPC," ujar Politisi PDIP ini saat berbincang dengan Pimpinan Redaksi Bangka Pos Group Ade Mayasanto, di ruang kerjanya, Jumat (11/8).

Alasannya berkiprah di politik kala itu terbilang sederhana. Saat lulus SMA pada 1996 silam, ia sempat masuk komite independen pemantau pemilu (KIPP).
Di tengah memantau pemilu tahun 1997, ia menyaksikan sosok Ketua DPRD Belitung masa itu Anwar DM yang terlihat necis dengan pakaian safari dan menggunakan mobil Nissan Terrano.

Dari situlah, Ansori muda terpikir menjadi politisi karena terlihat keren. Lalu pada 1999, ia bergabung di PDIP sebagai pengurus ranting di tempat asalnya, Desa Gunung Riting, Kecamatan Membalong.

Di samping itu, beragam pekerjaan dilakoninya. Ansori muda pernah berkecimpung sebagai staf di kantor desa maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pengalamannya ini digelutinya sebagai media belajar.

Dia juga pernah menekuni sejumlah pekerjaan, seperti petugas sensus, penagih kredit, sampai MC dangdut keliling. Pekerjaan-pekerjaan inilah yang menurut Ansori membuatnya dikenal dan dekat dengan masyarakat.

"Karena orang-orang kenal, ini juga menjadi modal," ujar dia.

Tergabung dalam partai merah sejak 1999, butuh 15 tahun baginya agar bisa diajukan sebagai calon legislatif (caleg). Tepatnya 2014, barulah ia mencalonkan diri hingga terpilih.

Meraup suara terutama di wilayah kepulauan seperti Selat Nasik, Pulau Buntar dan Pulau Gersik, Ansori mengatakan hal tersebut tak terlepas dari peran sang istri.

Setelah periode pertama, Ansori kembali mencalonkan diri dan terpilih kembali pada 2019. Masuk dua periode dan berdasarkan kriteria lain, makanya nama Ansori masuk dalam rekomendasi Ketua DPRD.

Mengakui bukan calon kuat dibandingkan dua calon lainnya, ternyata Ansori lah yang dipilih PDIP sebagai Ketua DPRD Belitung..

"Mungkin karena masuk 1999 sudah menjadi pengurus. Di situlah (DPP) melihat kader asli, tidak lompat sana, lompat sini," tuturnya.
(posbelitung.co)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved