Berita Bangka Selatan
Bangka Selatan Gencarkan Program BAAS Cegah Stunting
Program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) bakal menjadi solusi untuk mengatasi prevalensi stunting atau bayi kerdil di Kabupaten Bangka Selatan.
Penulis: Ajie Gusti Prabowo |
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting atau BAAS bakal menjadi solusi untuk mengatasi prevalensi stunting atau bayi kerdil di Kabupaten Bangka Selatan. Di mana masih terdapat 84 anak di daerah itu yang menjadi penderita stunting.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, program BAAS menjadi ajang gerakan gotong royong seluruh elemen. Terutama dalam menyalurkan bantuan kepada anak stunting. "Jadi program BAAS menjadi upaya kita dalam rangka menurunkan angka stunting," kata Debby, di Toboali, Jumat (25/8/2023).
Debby memaparkan, ada beberapa sasaran yang dituju dalam penerapan program BAAS. Mulai dari calon pengantin (Catin), ibu hamil, anak bawah dua tahun (Baduta) serta anak di bawah lima tahun (Balita). Dari beberapa kategori itu ada yang menjadi prioritas.
Meliputi baduta stunting, ibu hamil dari keluarga berisiko stunting, catin, keluarga baru. Terutama yang merencanakan kehamilan dari keluarga berisiko stunting, balita stunting di atas dua tahun dan baduta tidak stunting dari keluarga miskin dengan kategori risiko tinggi stunting.
"Ini meneruskan beberapa arahan Pak Bupati, bahwa untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan harus ada satu inovasi," jelas Debby.
Lebih jauh ungkapnya, berdasarkan hasil pemetaan terdapat lima desa yang menjadi lokus eliminasi stunting dengan jumlah 84 anak. Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah ini perlu upaya bersama dan kerja sama semua pihak. Melalui program BAAS beberapa pihak akan menjadi bapak atau bunda asuh bagi anak stunting.
Nantinya setiap perangkat daerah, kecamatan, unit pelaksana teknis, kelurahan hingga desa akan mengasuh beberapa anak stunting. Dengan begitu diharapkan prevalensi stunting Bangka Selatan kini berada pada persentase 23 persen dapat turun. Langkah ini sebagai bentuk kepedulian kepada warga kurang mampu dari segi penghasilan. Sehingga mempengaruhi asupan gizi bagi balitanya.
"Contohnya di Sekretariat Daerah mengasuh tiga anak stunting, dinas kesehatan mengasuh dua anak stunting, di puskesmas mengasuh satu anak stunting dan seterusnya," ucapnya.
Pihaknya optimis dengan adanya pergerakan-pergerakan masif dari hulu ke hilirnya untuk berkolaborasi. Mulai dari puskesmas, PKK dan kader posyandu semua bergerak cepat.
"Kita di Kabupaten Bangka Selatan masih 23 persen, jadi ini harus kita kejar dan setiap hari harus ada progres, kemudian saya lihat juga di setiap desa dari lima lokus stunting itu sudah ada penurunan. Saya yakin dengan saling bersinergi dan berkolaborasi angka-angka stunting yang ada ini akan menjadi zero," pungkas Debby. (u1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230207-stunting-pada-anak-okerss.jpg)