Traveling

Wisata Sejarah Tembok Besar China, Simbol yang Dihormati, Ada Kisah Pengorbanan 6000 Perawan

Wisata Sejarah Tembok Besar China, Simbol yang Dihormati, Ada Kisah di Balik Pengorbanan 6000 Perawan

Tayang:
istimewa
Tembok Besar China(Shutterstock) 

POSBELITUNG.CO -- Tembok Besar China adalah benteng yang terpanjang di muka bumi.  Panjang keseluruhan tembok ini mencapai 8.850 Km.

Awalnya, Tembok Besar China dibangun untuk melindungi Dinasti Qin yang baru, didirikan Qin Shi Huang (221–206 sm).

Tembok ini katanya, dibangun untuk melindungi serangan orang-orang nomaden dari Asia Dalam.

Faktanya, juga ditemukan bagian-bagian tembok lain yang panjangnya 359 km, parit sepanjang 2232 Km serta pembatas alami seperti perbukitan dan sungai sepanjang 2232 Km.

Dinding sekarang menjadi simbol nasional yang dihormati dan tujuan wisata yang populer.  Objek ini juga menjadi daya tarik bagi orang asing.

Menurut sebuah kisah, Qin Shi Huang yang dulu ditakuti banyak orang rupanya mempunyai kelemahan.

Dia terus dihantui oleh momok kematiannya sendiri.

Akibatnya dia begitu banyak melakukan cara untuk menuju keabadian.

Baca juga : Wisata Pantai Pulau Belitung, Asyiknya Snorkeling di Pulau Tak berpenghuni  

Dia memulai misi gilanya dengan membakar semua lektur sejarah, puisi dan politik sehingga orang-orang tidak akan tahu apa pun tentang masa lalu dan ingin mereka berkonsentrasi hanya menyiapkan ramuan untuk awet muda dan kehidupan.

Dia bahkan mempekerjakan beberapa ahli obat untuk membuat ramuan ajaib, namun ketika mereka gagal akan mendapat hukuman yakni dikubur hidup-hidup.

Qin Shi Huang ingin menemukan obat awet muda bila gagal akan memberi hukuman.

Pencariannya untuk keabadian akhirnya mendorongnya hingga melakukan perjalanan ke Pulau Zhifu di mana ia bertemu dengan seorang pria yang mengaku mengetahui rahasia kehidupan kekal. Namanya adalah Xu Fu.

Qin Shi Huang melakukan perjalanan menuju keabadian.

Dia berjanji bahwa obat mujarab itu berada di Pegunungan Penglai yang mempunyai mitos terkait rumah 8 orang yang hidupnya abadi dan jalan menuju Tuhan.

Namun menurut Xu Fu, orang-orang yang hidup abadi ini akan menuntut pengorbanan 6000 perawan.

Sayangnya raja memenuhi keinginan si penipu itu dan memberinya 6000 perawan.

Begitu XU Fu berlayar dengan para perawan yang diberikan Kaisar, dia tidak pernah kembali, seperti dikutip pada Laman Intisari-Online.com.

Di balik kisah itu, intinya, Tembok Besar China merupakan sebuah bangunan terpanjang yang pernah diciptakan manusia yang berlokasi di Tiongkok.

Baca juga : Wisata Pantai Bangka Belitung, Punya Ciri Khas Tersendiri, Orang-orang Menyebutnya Batu Bedaun

Seperti dikutip pada Laman TribunnewsWiki.com, disebutkan, Tembok Besar Tiongkok dianggap sebagai satu di antara tujuh keajaiban dunia.

Pada Tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pada Tahun 2009, Badan Survei dan Pemetaan dan Badan Administrasi Warisan Budaya Republik Rakyat Tiongkok melakukan penelitian untuk menghitung ulang panjang Tembok Besar China.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tembok Besar China lebih panjang daripada rentang yang saat ini diketahui.

Menurut pengukuran, panjang keseluruhan tembok mencapai 8.850 km.

Proyek tersebut juga telah menemukan bagian-bagian tembok lain yang panjangnya 359 km, parit sepanjang 2232 km, serta pembatas alami seperti perbukitan dan sungai sepanjang 2232 km.

Rentang rata-rata Tembok Besar Tiongkok adalah 5000 km, umumnya dikutip dari berbagai catatan sejarah.

Pembangunan tembok ini merupakan bagian terpenting dalam sejarah arsitektur Tiongkok, yakni untuk membatasi wilayah-wilayah perkotaan dan perumahan.

Berbagai teori mengapa tembok besar didirikan antara lain sebagai benteng pertahanan, batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan.

Baca juga : Wisata Pantai, Welcome to Belitung, The Enchanting Beautiful Island

Berdasarkan bukti tertulis yang bisa diterima umum, pada dasarnya Tembok Besar China dikonstruksikan mayoritas pada Periode Dinasti Qin, Dinasti Han dan Dinasti Ming.

Namun, sebagian besar rupa tembok raksasa yang berdiri pada saat ini merupakan hasil Periode Ming.

Sebelum Periode Dinasti Qin, pembangunan tembok raksasa paling awal dilakukan pada Zaman Musim Semi dan Gugur (722 SM-481 SM) dan Zaman Negara Perang (453 SM- 221 SM) untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara Tiongkok.

Negeri-negeri yang tercatat berkontribusi dalam konstruksi pertama antara lain negeri Chu, Qi, Yan, Wei dan Zhao.

Pada Tahun 220 SM di bawah perintah Kaisar Qin Shi Huang, Jenderal Meng Tian mengumpulkan tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang untuk menyambungkan tembok-tembok sebelumnya sebagai garis pertahanan

Pembangunan yang memakan waktu 9 tahun memerlukan biaya mahal dan mengorbankan rakyat jelata.

Tenaga kerja yang jadi korban mencapai jutaan jiwa sehingga negara menjadi lemah.

Kebencian rakyat pada kerja paksa tersebut memicu kemarahan petani yang berontak menggulingkan Dinasti Qin. Setelah itu, pembangunan tembok raksasa tidak dilanjutkan.

Dinasti Han

Tahun 127 SM, saat Kaisar Han Wudi berkuasa (140 SM-87 SM), proyek renovasi dan pembangunan bagian-bagian tembok lama dilaksanakan selama 20 tahun menambah panjang tembok secara keseluruhan menjadi 1000 km.

Pada periode pertama Han, tembok raksasa berfungsi sebagai pelindung kawasan barat dari Bangsa Hun yang mengancam rakyat Tiongkok.

Setelah pengaruh Hun melemah, pembangunan tembok tidak dilanjutkan. Mulai Tahun 39 M, atas perintah Guang Wudi, jendral Ma Cheng memulai kembali proyek pembangunan tembok besar.

Baca juga : Wisata Pantai Pulau Belitung, Berikut Kumpulan Batu Granit Raksasa Paling Unik Tebar Pesona 

Pada saat itu, bangsa Hun terpecah menjadi 2 bagian, utara dan selatan.

Bangsa Hun utara berhasil ditaklukkan oleh Han sementara bagian selatan berdamai.

Setelah itu, pembangunan tembok raksasa ditinggalkan karena Tiongkok sudah mempunyai kekuatan militer yang besar.

Dinasti Ming

Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), setelah menaklukkan Bangsa Mongol, tembok raksasa dari periode sebelumnya dikonstruksikan kembali dengan catatan panjang 5.650 km.

Pada masa ini, Tembok Besar Tiongkok dibagi ke dalam 9 distrik militer yang dilengkapi benteng-benteng pertahanan dan pintu gerbang untuk mengawasi daerah perbatasan.

Di atasnya dibuat jalan sebagai jalur transportasi. Pintu gerbang paling timur dinamakan Shanhaiguan dan pintu gerbang paling barat dinamakan Jiayuguan.

Menara Suar

Menara suar atau fenghuotai (烽火台) digunakan untuk menyampaikan pesan militer dengan cara membuat sinyal asap pada siang hari dan api pada malam hari untuk memberitahukan adanya gerak-gerik musuh.

Merupakan salah satu bagian tembok besar terpenting, struktur ini dibuat di tiap bagian tembok raksasa dengan material lokal.

Di daerah pegunungan, tersusun dari batu bata, di padang rumput atau gurun terbuat dari tanah liat. Bentuk bisa bulat, lonjong dan persegi.

Terdapat 3 jenis menara suar, yakni tipe yang dibangun di atas tembok, dalam tembok atau dibangun terpisah untuk mengintai musuh.

Seiring zaman, tembok tersebut kini menjadi destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi oleh para pelancong berbagai negara.

Wisatawan dari berbagai benua datang ke tempat ini. Apalagi telah dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

(Posbelitung.co/Intisari-Online.com/Adrie P Saputra/TribunnewsWiki.com/Septiarani/ Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sebagian artikel ini telah tayang di PosBelitung.co dengan judul Sejarah Tembok Besar China dan Mitos Pengorbanan 6.000 Perawan, https://belitung.tribunnews.com/2018/09/13/sejarah-tembok-besar-china-dan-mitos-pengorbanan-6000-perawan?page=all

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Daftar 7 Keajaiban Dunia Terbaru: Taj Mahal, Tembok Besar China, hingga Colosseum Roma, https://www.tribunnews.com/internasional/2022/07/18/daftar-7-keajaiban-dunia-terbaru-taj-mahal-tembok-besar-china-hingga-colosseum-roma?page=all

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved